#BelajarDariRumah
#Geografi #KelasXI
Pada tulisan ini tim Info
Publik News menyajikan meteri pembelajaran Geografi Kelas XI Semester
Ganjil. Hal ini bertujuan untuk membantu tenaga pendidik dan siswa
dalam proses mencari bahan materi pelajaran secara online saat proses Belajar
Dari Rumah.
Sumber daya alam ( SDA ) adalah unsur-unsur lingkungan alam yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Berbagai macam SDA tersedia di sekitar manusia. Tinggi rendahnya penghargaan
terhadap suatu sumber daya tergantung dari kebutuhan orang yang memerlukannya.
Kegunaan SDA ditentukan oleh kebutuhan
manusia ditambah dengan kemauan dan kemampuan maunis untuk mengusahakannya. SDA
ada karena manusia dengan segala kebutuhannya.
SDA sangat beragam, sehingga dikelompokkan atau digolongkan berdasarkan
pembentukannya, bagian atau bentuk yang bisa dimanfaatkan,lokasinya dan proses
terbentuknya.
Adapun persebaran SDA di permukaan bumi
tidak merata, ada yang berlimpah dan ada pula yang minim akan SDA, bahkan ada
yang tidak memiliki sama sekali.
Pada postingan ini akan dibahas lebih
lanjut tentang persebaran dan pemanfaatan SDA , silahkan anda pelajari uraian
berikut dengan seksama.
A. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM ( SDA )
umber daya alam adalah unsur-unsur lingkungan
alam yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan
hidupnya.
Sumber daya alam merupakan semua kekayaan alam, baik berupa makhluk hidup
maupun benda mati yang terdapat di bumi dan dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia.
Adapun sumber daya alam dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut:
1. Berdasarkan Kemungkinan Pemulihannya
Berdasarkan pembentukannya atau kemungkinan pemulihannya, sumber daya alam dibedakan menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
a) Sumber Daya Alam yang Dapat
Diperbaharui
Adalah sumber daya alam yang jika digunakan secara terus menerus maka dalam
jangka waktu tertentu akan kembali seperti sediakala dan bisa digunakan lagi
untuk diambil manfaatnya.
b) Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Adalah sumber daya alam jika digunakan terus menerus maka lama kelamaan akan
habis dan tidak bisa dihasilkan sendiri oleh manusia.
Contoh: bahan mineral seerpti besi, tembaga, timah, bauksit, batu bara,
alumnium, gas alam, dan berbagai jenis barang tambang lainnya.
2.
Berdasarkan Bentuk yang Dapat Dimanfaatkan
Berdasarkan bentu yang dapat dimanfaatkan, sumber daya alam dibedakan menjadi
sumber daya alam materi, hayati, energi, dan waktu.
a) SDA Materi
Sumber daya alam materi merupakan sumber daya alam yang berupa benda mati,
diambil dari alam secara langsung maupun melalui proses penambangan dan
pengolahan, sehingga memiliki manfaat yang lebih untuk kelangsungan kehidupan
manusia.
Contoh:
Minyak bumi bisa diolah menjadi bahan bakar seperti bensin atau premium, bensol, avtur, pertamax, solar, oli, dan sisanya dibuat aspal.
b) SDA Hayati
Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sumber daya lam tumbuh-tumbuhan disebut sumber daya alam nabati, sedangkan sumber daya alam hewan disebut sumber daya alam hewani.
Contoh:
Sumber daya alam hewani terdapat berbagai macam daging, susu, telur, dan ikan, dan sumber daya alam nabati seperti padi, jagung, gandum, ketela, sagu, biji-bijian, buah, serta umbi-umbian.
c) SDA Energi
Sumber daya alam energi adalah sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Penggunaannya bisa secara langsung maupun melalui proses pengolahan atau industri.
Contoh:
Minyak bumi, gas alam, batu bara, sinar matahari, dan kayu bakar.
d) SDA Ruang
Sumber daya alam ruang adalah tempat atau wilayah yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Sumber daya alam ruang sangat dipengaruhi oleh letak, topografi atau relief, kondisi tanah, tata air, dan sebagainya.
Ruang dalam hal ini berarti ruang untuk mata pencaharian (pertanian dan perikanan), tempat tinggal, arena terbuka, lapangan, hutan, dan sebagainya.
e) SDA Waktu
Sumber daya alam waktu adalah sumber daya yang ketersediaanya terikat dengan waktu atau musim, meskipun sulit digambarkan bahwa waktu merupakan sumber daya alam.
3.
Berdasarkan Lokasinya
Berdasarkan pemberntukannya, sumber daya alam dibedakan menjadi dua, yakni
sumber daya alam terestrial dan akuatik.
a) Terestrial
Sumber daya alam terestrial adalah sumber daya alam yang terdapat di daratan.
Contohnya hasil hutan dan bahan galian atau tambang.
b) Akuatik
Sumber daya alam akuatik adalah sumber daya alam yang terdapat di wilayah
perairan. Contohnya ikan, rumput laut, terumbu karang, dan energi gelombang
4.
Berdasarkan Proses Terbentuknya
Berdasarkan proses terbentuknya, sumber daya alam dibedakan menjadi tiga, yakni
sumber daya alam abiotik, fisik, dan lingkungan.
a) SDA Biotik
Sumber daya alam biotik adalah sumberd daya alam yang terbentuk karena adanya
proses kehidupan seperti tumbuh dan berkembang biak, misalnya tumbuh-tumbuhan
dan hewan.
b) SDA Fisik
Sumber daya alam fisik adalah sumber daya alam yang terbentuk karena adanya
proses fisik dan kekuatan alam, misalnya tanah, air, udara, dan barang-barang
tambang.
c) SDA Lingkungan
Sumber daya alam lingkungan adalah perpaduan antara sumber daya alam fisik dan
sumber daya biotik yang bisa membentuk suatu lingkungan tertentu, misalnya
lingkungan pegunungan, lembah, pantai, gunung api, dan panorama alam yang lain.
B. KEHUTANAN
Hutan merupakan suatu wilayah yang menjadi tempat tumbuhnya pohon-pohon yang jenis tanaman yang lain. Potensi sumber daya hutan bisa berupa kayu dan non kayu.
1. Kayu
Potensi hutan yang berupa kayu banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, bahan baku kertas, bahan baku industri mebel, dan lain sebagainya.
Setidaknya
terdapat 4.000 jenis kayu yang keberadaanya tersebar di Nusantara. Lebih dari
250 jenis kayu tersebut merupakan kayu dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Adapun jenis-jenis kayu dalam sumber
daya alam kehutanan, sebagai berikut:
a. Kayu Jati
Pohon jati tumbuh di hutan buatan maupun alami yang memiliki curah hujan
berkisar antara 1.500 sampai 2.000 mm per tahun. Jati dapat tumbuh di dataran
tinggi maupun dataran rendah yang tidak digenangi air. Persebaran hutan jati di
nusantara meliputi beberapa daerah seperti Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Bali.
Kayu jati memiliki tekstur yang keras dan awet, karena terdapat minyak
didalamnya. Hal ini membuat kayu jati banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk
membuat interior rumah, atap, tiang penyangga rumah-rumah tradisional Jawa,
untuk membuat kapal, dan konstruksi jembatan.
b. Kayu Meranti
Kayu meranti terkenal di kalangan pertukangan dan perdagangan kayu. Terdapat berbagai
jenis pohon meranti diantaranya meranti hitam batang,, balangeran, tengkawang
gunung, dan meranti buaya bukit. Jenis-jenis pohon meranti tersebut
menghasilkan kayu meranti merah.
Persebarannya meliputi hutan-hutan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Kayu meranti sering dimanfaatkan sebagai kayu konstruksi, penyekat ruangan, bahan pembuatan mebel, dan berbagai interior dalam rumah. Selain menghasilkan kayu, pohon meranti juga menghasilkan resin, yaitu sejenis getah yang keluar dari batang pohon.
c. Kayu Cendana
Kayu cendana dihasilkan dari pohon dengan nama latin Santalum Album yang ditemukan di Nusa Tenggara Timur. Persebaran cendana sekarang sudah meliputi hutan-hutan di daerah Jawa dan keseluruhan Nusa Tenggara.
Kayu cendana saat ini menjadi barang langka, sehingga harganya menjadi begitu mahal. Kayu cendana memiliki aroma wangi. Pemanfaatan kayu cendana diantaranya sebagai bahan pembuatan dupa dan aroma terapi, sebagai campuran parfum, serta bahan pembuatan sarung keris.
d. Kayu Akasia
Kayu akasia memiliki nama latin Acacia Mangium. Kayu akasia banyak ditemukan di hutan-hutan Jawa Barat. Pada awalnya, kayu akasia dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas.
Perkembangan selanjutnya, kayu akasia juga digunakan sebagai
bahan baku pembuatan furnitur.
2.
Nonkayu
Beberapa hasil hutan nonkayu, antara lain madu, buah-buahan, jamur, damar,
rotan, sagu, sutra, dan sebagainya.
a. Buah-buahan
Terdapat berbagai jenis buah-buahan yang bisa
diperoleh dari hutan. Buah-buahan yang bisa ditemukan di hutan adalah buah
durian, bery, kaktus, pir berduri, jambu monyet, ara, markisa, dan sebagainya.
b. Madu
Cairan kental yang diperoleh dari sarang lebah
ini kaya akan manfaat. Madu asli hutan biasanya dijadikan obat herbal dan
memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
c. Karet
Potensi hutan nonkayu ini sebenarnya adalah
getah dari pohon yang biasa kita sebut pohon karet. Nilai ekonomis karet juga
tergolong tinggi, karena karet banyak digunakan diberbagai industri, seperti
industri pembuatan ban
d. Remah-rempah
Jenis rempah-rempah yang dihasilkan di hutan
di antaranya kayu manis, pala, cengkih, dan vanila. Hutan di daerah Maluku
banyak menghasilkan rempah-rempah yang sering diperdagangkan sejak zaman
dahulu.
e. Rotan
Batang rotan mempunyai panjang puluhan meter
dan banyak dimanfaatkan untuk membuat interior rumah seperti kursi , meja, rak sepatu hingga tikar lampit. Sebagian besar rotan di
Indonesia dihasilkan dari hutan yang berada di daerah Sumatera, Jawa,
Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara
f. Sagu
Potensi hutan nonkayu yang berbentuk tepung ini berasal dari proses pengolahan batang pohon sagu. Penduduk Indonesia bagian timur menjadikan sagu sebagai bahan makanan pokok.
Masyarakat di daerah Maluku
dan Papua biasanya memanen sagu dari hutan kemudian mengolahnya menjadi masalah
bernama papeda.
C. PERTAMBANGAN
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia
yang kaya akan bahan tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.
Aktivitas pertambangan telah menghasilkan banyak devisa bagi Indonesia.
1. Minyak Bumi dan Gas
Bumi
Minyak bumi dan gas bumi merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak
dipakai untuk keperluan industri, transportasi, dan rumah tangga.
Adapun daerah persebaran minyak bumi di
Indonesia, sebagai berikut.
a. Sumatera
Pereula dan Lhokseumawe (Aceh), Sungai Panking dan Dumai (Riau), Plaju, Sungai
Gerong dan Muara Enim (Sumatera Selatan)
b. Jawa
Jati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta (Jawa Timur), Cepu,
Cilacap (Jawa Tengah)
c. Kalimantan
Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Tanjung dan Amuntai (Kalimantan Selatan)
d. Maluku
Pulau Seram dan Tenggara
e. Papua
Klamono, Sorong, dan Babo
2.
Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk
dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu.
Unsur-unsur penyusun batu bara dalah karbon,
hidrogen, dan oksigen. Energi yang dihasilkan batu bara bisa digunakan untuk
pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada
industri batu bara atau genting, semen, batu kapur, bijih besi, dan baja,
industri kimia, dan lain-lain.
Pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan ( Kotabaru , Tanah Bumbu, Tapin , Banjar, Balangan dan Tabalong ) , Kalimantan Timur (Lembah
Sungai Berau dan Samarinda), Sumatera Barat (Ombilin dan Sawahlunto), dan
Sumatera Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).
3.
Bauksit
Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan alumunium. Bauksit
bermanfaat untuk industri keramik, logam, kimia, dan metalurgi.
Bauksit ditambang di daerah Riau (Pulau
Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang)
4.
Pasir Besi
Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen.
Aktivitas penambangna pasir besi sebagai
potensi sumber daya tambang di Indonesia dapat ditemukan di Cilacap (Jawa
Tengah), Sumatera, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan
Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).
5. Emas
Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan.
Emas ditambang di Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua
(Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Aceh (Meulaboh), Sulawesi Utara
(Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).
6.
Timah
Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata, dan
lain-lain.
Aktivitas penambangan timah sebagai potensi sumber daya tambang di
Indonesia terdapat di Sungai Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung),
dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau Karimun.
7.
Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam peralatan listrik, industri konstruksi,
pesawat terbang, kapal lau, atap, pipa ledeng, dekorasi rumah, mesin-mesin
pertanian, pengatur suhu ruangan, dan lain-lain. Aktivitas penambangan tembaga
terdapat di Papua oleh PT. Freeport.
8. Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri loga.
Nikel sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia ditambang
di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara . Daerah lain yang memiliki potensi nikel
adalah Papua dan Maluku.
9.
Aspal
Aspal digunakan sebagai bahan utama pembuatan jalan. Aspal sebagai potensi
sumber daya tambang di Indonesia ditambang di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
10. Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan baterai
kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan sebagai sumber daya tambang di
Indonesia yang dtambang di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan
(Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan).
11. Belerang
Belerang sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia banyak ditemukan di
Gunung Welirang, Jawa Timur dan Gunung Patuha, Jawa Barat.
12. Marmer
Marmer terbentuk dari proses malihan batu gamping atau batu kapur. Suhu dan
tekanan bekerja pada batu gamping karena adanya tenaga endogen atau tenaga dari
dalam bumi.
Marmer banyak digunakan untuk seni pahat, patung, meja, dinding,
lantairumah, dan lain-lain.
Marmer sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia ditambang di
Tulungagung (Jawa Timur), Lampung, dan Makassar.
13. Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk laruran obat dalam alkohol,
kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar
lebih sehat.
Yodium sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia ditambang
di Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur)
D. KELAUTAN
Sumber daya alam laut adalah sumber daya alam yang berasal dari
laut. Laut adalah salah satu bagian terbesar dari bumi. Laut merupakan daerah
yang sepenuhnya di kelilingi oleh air. Sehingga hanya sedikit ekosistem yang
ada di laut.
Walau begitu, laut menyimpan banyak sumber daya alam. Sumber daya
alam di laut sebagian besar adalah sumber daya alam yang dapat diperbaiki.
Sumber daya alam yang dapat diperbaiki adalah sumber daya alam yang dapat
berkembang biak, serta memiliki jumlah yang masih sangat banyak.
Sehingga dapat dipakai dalam waktu sangat lama, untuk kebutuhan
manusia. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaiki adalah sumber
daya alam yang membutuhkan waktu ribuan tahun dalam proses pembentukannya.
Berikut
ini 8 sumber daya alam di laut.
1. Garam
Garam adalah salah satu bahan dapur yang wajib dipakai dalam
memasak. Garam mengandung yodium, yang sangat baik dalam mencegah kanker, serta
menghilangkan jerawat.
Garam berasal dari air laut yang mengering, dan menyisakan hanya
butiran- butiran kristal garam. Dalam proses pembuatan, dapat dilakukan secara
tradtional, dengan manfaatkan tenaga matahari dan api.
Atau dengan cara yang lebih moderen dengan memanfaatkan mesin.
Madura adalah pulau di Indonesia yang menghasilkan garam dengan kualitas baik.
Hanya saja, karena masih memakai cara traditional, maka produksi yang
dihasilkan sangat sedikit.
2. Ikan
Ikan adalah salah satu makhluk hidup yang ada di laut. Ikan adalah
salah satu sumber protein bagi manusia. Ikan tergolong sumber daya yang dapat
diperbaharui, karena mampu berkembang biak.
Akan tetapi, akibat dari perburuan yang tidak melihat aspek
keseimbangan ekosistem, banyak hewan- hewan laut yang mulai terancam punah.
Salah satunya adalah ikan terbang, yang telurnya di anggap sebagai
makanan mewah dengan nama caviar. Selain itu, mamalia laut seperti ikan paus
juga terancam punah, akibat perburuan yang sembarangan.
3. Tumbuhan
Walaupun laut adalah daerah dengan 100% air di dalamnya, akan
tetapi laut juga memiliki tumbuhan hidup yang berfungsi sebagai tempat tinggal
ikan- ikan.
Bukan hanya sebagai tempat tinggal ikan, tumbuhan laut juga
memiliki fungsi yang sangat banyak bagi manusia.
Tumbuhan laut seperti rumput laut, memiliki kadar serat yang
tinggi, yang dapat membatu manusia dengan masalah pencernaan.
Rumput laut juga dipakai sebagai bahan baku pembuatan kapsul untuk
obat. Selain rumput laut, terumbu karang juga merupakan jenis tumbuhan dilaut.
4. Terumbu Karang
Terumbu
karang adalah salah satu dari tumbuhan laut. Terumbu karang biasa hidup pada
perairan laut dangkal. Beberapa terumbu karang dianggap sebagai indikator
kebersihan laut.
Selain
itu, terumbu karang mampu menghasilkan oksigen yang berasal dari fotosintesis.
Terumbu karang memiliki banyak jenis.
Setiap
terumbu karang dapat menjadi rumah bagi ikan- ikan. Dengan adanya terumbu
karang, laut menjadi indah, dan dapat menjadi tempat wisata bagi manusia .
5. Fosfat
Fosfat
adalah tulang- belulang ikan yang telah mati. Tulang belulang ikan yang mati,
dikumpulkan dan dihancurkan. Tulang belulang ikan yang mengandung fosfat ini,
dapat dipakai dipakai sebagai pupuk organik.
6. Ombak
Tidak
hanya makhluk hidup yang dapat dimanfaat sebagai sumber daya alam. Laut adalah
bagian dari bumi yang setiap bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
manusia.
Salah
satunya adalah ombak. Ombak adalah gerakan naik turun air laut, akibat adanya
angin san perbedaan ketinggian permukaan laut.
Ombak
dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga ombak,
untuk di indonesia sendiri masih belum cukup dikenal. Akan tetapi, pemakaian
listrik tenaga ombak, dapat membatu memberikan pasokan listrik, di daerah-
daerah pesisir yang sulit mendapatkan akses listrik.
7. Pasang Surut Air Laut
Pasang
surut air lain adalah perubahan ketinggian air laut akibat adanya gravitasi
bulan. Pasang surut air laut di manfaatkan oleh nelayan untuk bekerja. Dimana
nelayan berangkat kerja saat sedang pasang, dan pulang pada saat sedang surut.
Tidak
hanya itu pasang surut air laut juga dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk
menyalakan mercusuar yang ada di tebing.
Mercusuar
berfungsi sebagai pertanda bahwa ada tebih di sekitar daerah tersebut. Selain
itu, mercusuar dapar membatu kapal menentukan arah .
8. Mutiara
Mutiara
adalah salah satu hasil laut yang memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi.
Mutiara berasal dari sebuah kerang. Kerang yang diberikan makanan benda- benada
yang padat, akan membungkus benda- benda tersebut dengan liurnya.
Dan
dalam proses tersbut, jadilah mutiara. Mutiara di manfaatkan manusia sebagai
bagian dari perhiasan.
Selain
itu, ekstrak dari mutiara juga dipercaya mampu memutihkan kulit.
Mutiara
adalah salah satu sumber daya alam laut yang dapat diperbaharui. Hal ini karena
manusia, dapat menciptakan mutiara sendiri, dengan cara membudidaya kerang.
9. Plankton
Beberapa
ikan yang ada di laut, bukan merupakan hewan karnivora. Beberapa ikan memakan
tumbuhan laut. Seperti plankton.
Plankton
adalah salah satu tumbuhan air laut yang berukuran sangat kecil. Plankton biasa
dimanfaatkan sebagai campuran untuk makanan ikan hias yang dipelihara oleh
manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil, plankton tidak dapat dilihat
secara jelas oleh mata manusia.
10. Minyak Lepas Pantai
Bangkai
makhluk hidup laut yang terendap selama jutaan tahun, akan menjadi minyak bumi.
Hal tersebut juga terjadi padahewan- hewan laut yang telah mati selama jutaan
tahun, dna terendap di dalam lapisan kulit bumi.
Minyak
bumi lepas pantai adalah, minyak bumi yang berada di dalam laut.
Minyak
bumi lepas pantai di Indonesia berada di laut jawa, laut Cina Selatan, Laut Sulawesi,
dan Selat Malaka.
E. PARIWISATA
Secara umum obyek wisata di muka bumi bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Objek wisata
alam, meliputi keindahan alam pegunungan, hutan, cagar alam dan suaka
margasatwa, sungai , danau, pantai, dan kawasan laut.
Objek Wisata Riam Bajandik , Barabai , Kalsel |
2. Objek wisata budaya berhubungan dengan bangunan bersejarah, tradisi dan
adat istiadat kelompok masyarakat, hasil karya seni dan kerajinan, museum,
monumen, benteng, dan taman hiburan.
Candi Borobudur , Jateng |
3. Agro wisata, yaitu objek wisata yang berhubungan dengan kegiatan pertanian
dan hasilnya.
Persebaran beberapa objek wisata yang ada di negara Indonesia sebagai berikut:
1. Pulau Sumatra
Taman
Nasional Gunung Leuser, Danau Laut Tawar, Rantau Prapat, Danau Toba, Brastagi,
Danau Maninjau, Danau Singkarak, Benteng Fort De Kock, Lembah Anai, Danau
Ranau, Suaka Alam Way Kambas Dan Benteng Marlbrough
2. Pulau Jawa
Gunung Tangkuban Perahu, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Keratin Suarkarta, Keratin Jogjakarta, Kota Gede, Taman Nasional Baluran Dan Lain Lain.
3. Pulau Bali
Pantai
Kuta, Tanah Lot, Pura Besakih, Bedugul
4. Kalimantan
Pantai
Pasir Panjang, Pantai Angsana , Museum
Lambung Mangkurat , Pantai Manggar , Pagat Batu Benawa, Danau Labuan Cermin ,
Pulau Samber Gelap , Pantai Amal , Pantai Batu Lamampu, Museum Kesultanan
Bulungan
Pulau Samber Gelap Kotabaru |
5. Nusa Tenggara
Gunung
Tambora, Taman Laut Gili Air, Taman Nasional Komodo, Danau Kelimutu
6. Papua
Kepulauan
Raja Ampat
F. ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN ( AMDAL )
Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah suatu proses yang dipergunakan untuk
memperkirakan dampak terhadap lingkungan oleh adanya atau oleh rencana kegiatan
proyek yang bertujuan memastikan adanya masalah dampak lingkungan yang perlu
dianalisis pada tahap awal perencanaan dan perancangan proyek sebagai bahan
pertimbangan bagi pembuatan keputusan.
1. Pengertian
AMDAL
AMDAL
menurut PP No. 27 Tahun 1999 adalah kajian
mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha
dan/atau kegitan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi
proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Analisis
dampak lingkungan ini merupakan analisis yang meliputi berbagai faktor, yaitu
faktor fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi, dan sosial budaya yang dilakukan
secara integrasi dan menyeluruh sehingga bisa menghasilkan , sebagai berikut:
a. Dapat menunjukkan tempat pembangunan yang
layak pada suatu wilayah beserta pengaruhnya.
b. Dapat digunakan sebagai masukan dengan
pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan pengambilan keputusan
pembangunan sejak awal
c. Dapat digunakan sebagai arahan/pedoman bagi
pelaksanaan rencana kegiatan pembangunan termasuk rencana pengelolaan
lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan.
2.
Prinsip-Prinsip Dasar AMDAL
Prinsip-prinsip dasar pengendalian dampak
lingkungan dijelaskan sebagai berikut:
a. Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya
bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup manusia. Maka manusia
menjadi sentral dalam pengelolaan lingkungan.
b. Manusia baik sebagai individu maupun
kelompok, dan sumber daya alam mempunyai daya dukung terbatas yang tidak bisa
dilampaui.
c. Pencegahan lebih bijaksana daripada penyelesaian
dampak yang sudah terjadi
d. Dalam pemanfaatan teknologi bagi
pengendalian dampak perlu pertimbangan berdasar kemampuan ekonomi dan tingkat
penyediaan teknologi yang layak
e. Pemprakarsa kegiatan bertanggungjawab atas
dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatannya
f. Setiap orang mempunyai hak memperoleh
lingkungan yang baik dan sehat, serta memiliki tanggungjawab untuk merawat
lingkungan yang baik dan sehat
g. Pengelolaan lingkungan dilakukan secara
terencana dan diimplementasikan dengan pelaksanaan konsep pengelolan dan
keterukuran yang jelas.
3.
Komponen AMDAL
Komponen-komponen AMDAL terdiri dari studi
proyek, laporan penelitian, pembuatan keputusan, persetujuan proyek, dan
pemantauan proyek.
a.
Studi Pra Proyek
Studi pra proyek dilakukan guna mengukur dan
memperkirakan perubahan keadaan lingkungan. Pengukuran ini dilakukan
berdasarkan pada data, baik data fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi, dan
sosial budaya.
b.
Laporan Penilaian
Laporan penilaian adalah laporan yang disusun
dari hasil studi praproyek yang berupa kemungkinan yang akan terjadi jika
proyek tersebut berjalan
c.
Pembuatan Keputusan
Pembuatan keputusan berdasarkan pada laporan
penilaian serta hasil prediksi pengaruh proyek terhadap lingkungan kelak. Namun
kenyataanya, dalam pengambila keputusan ini sangat dipengaruhi oleh nuansa
politik
d.
Persetujuan proyek
Persetujuan proyek mengandung rekomendasi dari
hasil analisis interaksi antara proyek dengan lingkungan. Contohnya proyek bisa
disetujui dengan rekomendasi akan dilakukannya usaha-usaha untuk memperkecil
pengaruh negatif terhadap lingkungan
e.
Pemantauan Proyek
Pemantauan proyek dilakukan dalam kurun waktu
2-3 tahun, untuk memantau sudahkan proyek tersebut berjalan sesuai dengan yang
direkomendasikan dan disetujui proyek.
4.
Penerapan AMDAL
AMDAL harus dilakukan dengan dua macam cara,
sebagai berikut:
a.
Sesuai Undang-Undang
AMDAL harus dilakukan untuk proyek yang akan
dibangun sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku.
Cara ini memaksa pemilik proyek yang kurang
memperhatikan kualitas lingkungan atau pemilik yang hanya mementingkan
keuntungan proyeknya sebesar mungkin tanpa menghiraukan dampak sampingan yang
timbul dari kegiatan yang dilakukan.
b.
Menjaga Kualitas Lingkungan
AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan
tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan.
Cara kedua ini merupakan yang ideal, tetapi
kesadaran mengenai masalah ini tidak mudah ditanamkan pada setiap orang
terutama pada pemrakarsa proyek.
5.
Peranan AMDAL dalam Pengelolaan Lingkungan
Untuk menghindari dampak lingkungan yang tidak
bisa ditoleransi, maka perlu disiapkan rencana pengendalian dampak negatif yang
akan terjadi dengan cara melakukan perkiraan dampak lingkungan.
Langkah ini disebut pendugaan Dampak
Lingkungan atau Environmental Impact Assessment merupakan proses dalam AMDAL.
AMDAL dilakukan untuk menjamin tujuan
proyek-proyek pembangunan yang berfungsi untuk kesejahteraan masyarakat tanpa
merusak kualitas lingkungan hidup.
AMDAL bukanlah suatu proses yang berdiri
sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses AMDAL yang lebih besar dan lebih
penting, sehingga AMDAL merupakan bagian dari beberapa hal yaitu pengelolaan
lingkungan, pemantauan proyek, pengelolaan proyek, pengambilan putusan, dan
dokumen yang penting.
Pendugaan dampak lingkungan yang digunakan
sebagai dasar pengelolaan bisa berbeda dengan kenyataan dampak yang telah
terjadi setelah proyek berjalan.
Perbedaan dari dampak yang diduga dan dampak
yang terjadi bisa disebabkan oleh:
a. Penyusunan laporan AMDAL kurang tepat di
dalam melakukan pandangan dan biasanya juga disebabkan pula oleh tidak
cermatnya pada evaluator dan berbagai instansi pemerintah yang terlibat,
sehingga konsep atau draf laporan AMDAL yang tidak baik sudah disetujui menjadi
laporan akhir.
b. Pemilik proyek menjalankan proyeknya sesuai
dengan apa yang telah tertulis di dalam laporan AMDAL.
7.
Kegunaan AMDAL
AMDAL memiliki kegunaan bagi pemerintah,
pemilik proyek, pemilik modal, masyarakat, peneliti dan ilmuan.
a.
Bagi Pemerinah
Studi AMDAL memiliki banyak kegunaan bagi
pemerintah sebagai pengambilan keputusan, antara lain:
1. Menghindari terjadinya kerusakan lingkungan
hidup, seperti pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, pencemaran
suara, dan sebagainya.
2. Dengan demikian kelestarian lingkungan
hidup, kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat akan terjamin
3. Menghindari pertentangan-pertentangan yang
mungkin timbul di masyarakat atau dengan proyek-proyek yang lainnya
4. Mencegah kerusakan potensi sumber daya alam
yang dikelola
5. Mencegah kerusakan potensi sumber daya alam
yang berada di luar proyek lain atau oleh masyarakat
6. Sesuai dengan rencana pembangunan daerah,
pembangunan nasional, atau pembangunan internasional
7. Memberikan jaminan dan manfaat yang jelas
bagi masyarakat
8. Sebagai alat bagi pemerintah untuk mengambil
keputusan
b.
Bagi Pemilik Proyek
AMDAL memiliki kegunaan bagi pemilik proyek,
sebagai berkut:
1. Sebagai pedoman dasar untuk melaksanakan
proyek
2. Mempersiapkan cara-cara pemecahan yang
mungkin timbul di masa yang akan datang
3. Sebagai sumber informasi lingkungan,
seperti informasi sosial dan informasi budaya masyarakat
4. Melindungi proyek yang melanaggar
undang-undang atau peraturan yang berlaku
5. Melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran
atau dampak negatif yang sebenarnya tidak dilakukan
6. Memprediksi masalah-masalah lingkungan yang
akan dihadapi dimasa yang akan datang
7. Sebagai bahan untuk menganalisis
pengelolaan dan sasaran proyek
8. Sebagai bahan penguji secara komprehensif
dari perencanaan proyek, untuk dapat menemukan kelemahan dan kekurangan,
sehingga bisa melakukan penyempurnaan.
c.
Bagi Pemilik Modal
Syarat-syarat studi AMDAL digunakan untuk:
1. Menentukan prioritas peminjaman sesuai
dengan tujuannya
2. Melakukan pengaturan modal dan promosi dari
berbagai sumber pemilik modal
3. Menghindari upaya peniruan proyek-proyek
yang tidak diperlukan
4. Memberikan jaminan bahwa modal yang
dipinjamkan betul-betul ada proyek yang dapat mencapai tujuan dari misi bank
dalam membantu pembangunan atau pemilik modal yang memberi pinjaman
5. Untuk bisa memberikan jaminan bahwa modal
yang dipinjamkan bisa dibayar kembali oleh proyek tepat pada waktunya sehingga
modal tidak hilang
d.
Bagi Masyarakat
Masyarakat adalah salah satu ujung tombak di
lapangan dalam memahami kondisi lingkungannya, sehingga kegunaan AMDAL bagi
masyarakat sebagai berikut.
1. Turut serta dalam pembangunan di daerah
sejak awal, terutama dalam memberikan informasi ataupun ikut langsung di dalam
membangun dan menjalankan proyek
2. Mengetahui rencana pembangunan di
daerahnya, sehingga bisa menyesuaikan diri
3. Mengetahui
perubahan lingkungan sesudah proyek dibangun, sehingga memberikan
manfaat bagi masyarakat
4. Memahami permasalahan mengenai proyek
secara jelas, sehingga bisa terhindar dari kesalahpahaman, serta bisa menjalin
kerja sama yang saling menguntungkan
5. Mengetahui hak dan kewajiban dalam menjaga
dan mengelola kualitas lingkungan
e.
Bagi Peneliti dan Ilmuwan
AMDAL juga memiliki kegunaan bagi para
peneliti dan ilmuwan, antara lain:
1. Untuk analisis kemajuan dan ilmu
pengetahuan
2. Untuk mendukung kegiatan penelitian
3. Untuk meningkatkan keterampilan dalam
penelitian dan peningkatan pengetahuan
G. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Negara-negara
maju saat ini sudah mempraktikkan konsep pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-harinya.
Zero
waste menjadi perhatian pemerintah dan meminilmasir polusi dan limbah sampai
titik nol sudah menjadi kenyataan.
Pembangunan Konsep pembangunan
berkelanjutan (suistanable development) dimulai sejak Konferensi PBB
mengenai Lingkungan Hidup dan Manusia di Stockholm pada 5-16 Juni 1972.
Keprihatinan
negara-negara berkembang dan negara-negara maju mengenai degradasi lingkungan
yang mulai merebak mendorong pemimpin negara-negara tersebut untuk berunding
merumuskan solusi pemecahannya.
Sejak
saat itulah tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup sedunia.
Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan hasil dari kerja dan gagasan Komisi
Dunia untuk lingkungan dan pembangunan (WCED = World Commission on
Environment and Development).
Pembangunan
berkelanjutan dapat diartikan sebagai usaha perbaikan mutu kehidupan manusia
dengan tetap berusaha tidak melampaui kemampuan ekosistem yang mendukung
kehidupannya.
Pembangunan
berkelanjutan merupakan konsep yang diciptakan seiring makin parahnya kerusakan
lingkungan hidup di bumi setelah era revolusi industri terjadi.
Dalam praktiknya pembangunan
berkelanjutan berwawasan lingkungan memiliki 5 prinsip yaitu:
a.
Pembangunan harus bisa memenuhi kebutuhan masa kini dengan tidak
mengorbankan hak pemenuhan untuk generasi yang akan datang.
b.
Pembangunan harus tetap memerhatikan ekosistem sesuai dengan kemampuan daya
dukungnya, dengan demikian keberadaan ekosistem akan tetap terjaga dan kualitas
lingkungan tidak mengalami penurunan.
c.
Setiap pembangunan harus selalu mewujudkan kepentingan kelompok atau masyarakat
lain dimanapun dan mengindahkan keberadaan kehidupan yang lain sekarang atau
nanti.
d.
Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan mutu hidup manusia dalam
segala aspek, termasuk agama, fisik, jiwa, dan budaya dengan tidak memboroskan
sumberdaya alam yang tidak terbarukan.
e.
Pembangunan berkelanjutan akan terwujud apabila masyarakat memiliki komitmen
bersama untuk mewujudkannya dalam bentuk perilaku-perilaku positif.
Selang
lima tahun setelah KTT Rio de Janeiro, Konferensi Kyoto diselenggarakan dengan
mengusung tema utama meningkatnya emisi karbon.
Konferensi
ini menghasilkan kesepakatan mengenai pembatasan kadar maksimal gas efek rumah
kaca. Hasil KKT Kyoto dinamakan Protokol Kyoto yang salah satu
isinya memasukan 6 jenis gas pemicu pemnasan global yaitu CO2, N2O, CH4,
CFC, PFC dan SF6.
Indonesia pernah menjadi salah satu
tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim pada 3-14 Desember tahun 2007 di
Bali.
Konferensi
ini digelar sebagai upaya lanjutan untuk menemukan solusi pengurangan efek
rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global serta upaya bantuan terhadap
negara miskin dalam mengatasi pemanasan global.
Konsep
pembangunan berkelanjutan yang sudah puluhan tahun dicetuskan ternyata hingga
saat ini masih jauh dari harapan. Fokus utama pada akhirnya hanya pada
“pembangunan” sedangkan “keberlanjutan” menjadi kabur dan terkesan tidak
berarti.
Prinisp
berkelanjutan harus tertanam pada setiap kebijakan yang diambil agar tidak
bersifat sesaat namun jangka panjang dengan menitikberatkan pada aspek
konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara arif dan bijaksana.
Proses
produksi dan konsumsi yang berbasis sumber daya alam daa lingkungan harus
berlandaskan asas efisien yaitu hemat energi dan hemat bahan baku.
Contoh
negara yang sudah mempratekkan perilaku tersebut adalah Jepang yang dengan
teknologinya mampu mendaur ulang setiap produk.
Sampah
dipisahkan berdasarkan jenisnya, kemudian diproses kembali hingga menjadi
produk daur ulang dan setiap produk makanan dan minuman diberi label (ecolabel).
Saat
ini keberhasilan pembangunan masih dominan diukur secara ekonomi bukan ekologi.
Kepentingan manusia masih lebih diutamakan dibandingkan kelestarian sumber daya
alamnya.
Paradigma
pembangunan berkelanjutan pada hakikatnya berlandaskan ideologi materialisme
diterima begitu saja oleh negara-negara berkembang saat ini padahal dahulu
kesalahan tersebut dilakukan oleh negara-negara maju sebelumnya.
Negara
maju saat ini melakukan berbagai pengembangan teknologi ramah lingkungan
sedangkan negara berkembang melakukan pembangunan secara massal tanpa
memerhatikan lingkungan.
Hal
tersebut tidak lain dilakukan untuk mengejar ketertinggalan negara
berkembang terhadap negara maju yang pada akhirnya membuat kehancuran pada
lingkungan dan masyarakat.