Presiden Joko Widodo Gelar Rakor Karhutla Nasional, Bupati HSU Langsung ke Istana Negara



"Segala kekuatan dan potensi yang ada pada kami. Dikerahkan dalam pencegahan bahaya karthulah di daerah kami," Kata Bupati HSU H Abdul Wahid HK



Bupati HSU H Abdul Wahid HK terlihat mendampingi Gubernur Kalsel saat hadiri Rakor Karhutla di Istana Negara hari ini,


JAKARTA - Bertempat di Istana Negara Ibukota Jakarta Selasa (6/2), Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK, hadir sebagai peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2018. Presiden RI Joko Widodo memimpin langsung acara nasional tersebut.
Sejumlah Menteri yang tergabung dalam kabinet kerja, kepala badan, pimpinan TNI dan Polri termasuk Gubernur dan Kepala Daerah di Indonesia hadir mengikuti kegiatan araha presiden RI ke 7 tersebut.
foto bersama 
"Aturan main masih sama pada tahun 2017. Apabila wilayah saudara masih ada kebakaran dan tidak tertangani dengan baik. Maka akan dicopot dari jabatan. Masih ingat kan," kata Joko Widodo kembali mengingatkan pesan tersebut pada peserta.
Meski sempat membuat dag dig dug jantung kepala daerah yang hadir, namun mantan Wali Kota Solo ini, menerangkan bahwa aturan copot ini berlaku bagi Kapolda, Kapolres, Pangdam, Danrem termasuk Dandim. "Kalau ada kebakaran saya dengar. Tinggal telepon Panglima dan Kapolri untuk ganti Pangdam termasuk Kapolres," tegasnya.
Sementara itu, Bupati HSU H Abdul Wahid HK usai mengikuti arahan presiden pada sejumlah menteri, pimpinan negara termasuk gubernur dan kepala daerah, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan bapak presiden pada arahan tersebut, nantinya akan diteruskan ditingkat daerah.
"Pengedalian atau pencegahan kebakaran hutan (karhutlah) tahun 2018 ini, menjadi perhatian. Sebab terbukti sejak dibentuknya Satgas Karhutlah pada 2016 lalu, berangsur kejadian kabut asap juga berkurang. Dan itu sangat kami rasakan," sebut Wahid di Istana Negara usai acara.
Tak hanya itu, bupati segudang prestasi tersebut juga berjanji akan optimal menindak lanjuti arahan RI 1 tersebut. "Kami akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) terkhususnya jajaran Kodim Amuntai dan Polres HSU," ungkap mantan Ketua DPRD tersebut.
Bincang hangat
Tak hanya itu, Wahid juga optimis bahwa masalah karhutlah dapat dicegah dengan melibatkan elemen masyarakat. Mulai tokoh agama sampai masyarakat dalam mengajak warga untuk tidak membakar lahan disaat musim kemarau datang. "Segala kekuatan dan potensi yang ada pada kami. Dikerahkan dalam pencegahan bahaya karthulah di daerah kami," sampainya.
Wahid yang juga Ketua DPD Golkar HSU tersebut, mengakui sejak adanya satgas Karhutlah di daerahnya gangguan asap seperti 2015 lalu, berkurang. Sebab warga yang kedapatan membakar akan dikenakan sanksi tegas. "Tahun 2017 tadi. Meski kemarau namun asap hasil pembakaran berkurang. Ini bukti masyarakat sadar akan bahaya membakar hutan dan lahan bagi lingkungan dan kesehatan," terang bupati yang gemar terjun langsung tengah-tengah warga itu.
Pada kegiatan itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Dandim 1001 Amuntai-Balangan Letkol CPN Sundoro Agung Nugroho Han dan Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatmo SIK, hadir dalam kegiatan tersebut. (mar)

Subscribe to receive free email updates: