Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Sekadar Festival, Ada Pesan Besar di Balik Pembukaan Festival Budaya Saijaan #12 yang Menggema di Siring Laut

Thursday, July 23, 2026 | 23 July WIB Last Updated 2026-07-23T11:14:23Z


Pukul Gong

KOTABARU – Ribuan masyarakat memadati kawasan wisata Siring Laut, Kabupaten Kotabaru, Rabu (22/7) malam, untuk menyaksikan pembukaan Festival Budaya Saijaan (FBS) #12 Tahun 2026, Siring Laut Kotabaru, Kamis (23/7/26).


Festival yang telah masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu resmi dibuka mewakili Bupati Kotabaru oleh Asisten I Setda Kotabaru, H Minggu Basuki.


Suasana pembukaan berlangsung semarak. Tarian kolosal, penampilan seni budaya, parade talenta hingga hiburan rakyat mengawali rangkaian festival yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026. Antusiasme masyarakat terlihat memenuhi kawasan panggung utama sejak sore hingga malam hari.


Usai seremoni pembukaan, H Minggu Basuki bersama unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah dan tamu undangan meninjau satu per satu stand pameran yang berada di kawasan Siring Laut. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas seni, serta paguyuban etnis yang ikut memeriahkan festival.


Sebanyak 19 stan turut berpartisipasi dalam Festival Budaya Saijaan #12. Diantaranya Dewan Adat Dayak, DPC GEKRAFS Kotabaru, GEKRAB, Subsektor Kuliner GEKRAFS, Kementerian Hukum Provinsi Kalimantan Selatan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Silaturahmi Jowo Kotabaru (SIJOKO), Paguyuban Etnis Banjar (PEPADI), Padaringan Pecinta Pusaka Sa-Ijaan, Komunitas Laung Kuning Banjar, BUMDes Pulau Laut Sigam, Subsektor Fotografi GEKRAFS, Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL), Disporabudpar Kota Banjarmasin, Dekranasda Barabai, Dekranasda Kotabaru, HARPI Melati, serta sejumlah komunitas dan pelaku ekonomi kreatif lainnya.


Mewakili Bupati Kotabaru, dalam sambutannya, H Minggu Basuki menyampaikan rasa syukur karena Festival Budaya Saijaan kembali dipercaya menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara 2026. 


Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan pengakuan bahwa budaya Kotabaru memiliki nilai, daya tarik, dan potensi besar untuk dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.


Ia menegaskan, kekayaan budaya yang dimiliki Kotabaru harus menjadi kebanggaan bersama. Keberagaman adat, tradisi, kesenian dan budaya pesisir merupakan identitas daerah yang wajib dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang agar tidak tergerus perkembangan zaman.


Pemerintah daerah juga berharap festival ini mampu melahirkan lebih banyak karya kreatif dari masyarakat. Tidak hanya ditampilkan dalam sebuah pergelaran budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, pemerintah mendorong agar berbagai karya budaya, motif, kerajinan hingga hasil kreativitas masyarakat dapat didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Langkah tersebut dinilai penting agar karya-karya lokal memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku ekonomi kreatif.


Dalam kesempatan itu juga disampaikan pentingnya melakukan analisis dampak terhadap setiap penyelenggaraan festival. Tidak hanya mengukur tingkat kemeriahan acara, tetapi juga melihat sejauh mana kegiatan mampu memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, investasi hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Harapan kita, Festival Budaya Saijaan tidak hanya menjadi agenda tahunan yang meriah, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat serta membawa nama Kotabaru semakin dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan memiliki potensi pariwisata unggulan,” ujarnya.


Rangkaian Festival Budaya Saijaan #12 dimulai pada 22 Juli dengan Lomba Drum Band se-Kabupaten Kotabaru, Temu Karya Storytelling dan Fotografi, Pertunjukan Musik Alahai, serta Opening Parade Talenta Lagu Banjar.


Memasuki 23 Juli, masyarakat disuguhkan Pembukaan Pameran Ekraf dan Bazar UMKM Multi Etnis, Pertunjukan Musik Alahai, serta Gelar Talenta Lagu Banjar yang menghadirkan para pelaku seni lokal.


Puncak pembukaan digelar pada 24 Juli melalui Forum Diskusi Budaya Bajau Nusantara, Opening Ceremony Festival Budaya Saijaan #12 dengan tari kolosal, kemudian dilanjutkan hiburan rakyat yang menghadirkan musisi nasional Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari dan Sandhy Sondoro.


Hari berikutnya, 25 Juli, menjadi salah satu agenda paling dinantikan melalui Prosesi Selamatan Leut, ritual sakral masyarakat Bajau Samah yang berlangsung dari Kampung Nelayan Rampa Berkah menuju Gusung Laut hingga Dermaga Siring Laut. Pada malam harinya digelar Closing Ceremony Festival Budaya Saijaan #12, ekshibisi seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia, serta hiburan rakyat bersama Virgoun.


Rangkaian festival ditutup pada 26 Juli melalui Pawai Budaya yang melibatkan seluruh kecamatan dan etnis se-Kotabaru, Lomba Fashion Karnaval Bahan Daur Ulang, Parade Talenta dan Penyerahan Hadiah, Gelar Seni Budaya 12 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, serta hiburan rakyat yang menghadirkan Pandaz.


Mengusung tema “Magic From The Sea – Merajut Budaya, Menyapa Dunia”, Festival Budaya Saijaan #12 diharapkan tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, promosi pariwisata, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya maritim Kotabaru kepada Indonesia dan dunia.


Reporter: Jumadil.

Upload: Tim

×
Berita Terbaru Update