![]() |
| Penghargaan untuk Satlantas Polres Kotabaru |
KOTABARU – Jalur tengkorak yang membentang sepanjang 142 kilometer dari KM 291 Serongga hingga Sengayam kini tak lagi semenakutkan dulu, Rabu (1/7/26).
Aroma mistis dan ketakutan yang membayangi para sopir lintas provinsi Kalimantan Selatan–Kalimantan Timur perlahan sirna.
Keberhasilan menjinakkan tebing-tebing maut di jalur tersebut berbuah manis bagi Satlantas Polres Kotabaru.
Tepat pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, korps sabuk putih ini diganjar penghargaan khusus oleh Kapolres Kotabaru.
Sebabnya jelas, sebuah inovasi berani berupa program pemangkasan dan clearing tebing gunung kapur yang mereka gagas, sukses menekan angka kecelakaan secara drastis.
Selama ini, ruas jalan Serongga-Sengayam adalah momok bagi siapa saja yang melintas. Selain tikungannya yang patah dan tajam, keberadaan dinding batu kapur yang menjorok ke jalan kerap menciptakan titik buta (blind spot) yang mematikan. Di sini, salah perhitungan sedikit saja taruhannya adalah nyawa.
Melihat kondisi yang terus memakan korban, Satlantas Polres Kotabaru di bawah komando Kasat Lantas Mohammad Qomarul Anwar tak mau tinggal diam. Sadar APBD memiliki keterbatasan, Qomarul memutar otak. Langkah taktis pun diambil merangkul sektor swasta.
Satlantas kemudian berkolaborasi secara intensif dengan raksasa pertambangan PT SDE (Sumber Daya Energi) serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kelumpang Barat.
"Kami bergerak bersama untuk mewujudkan jalan yang lebih berkeselamatan (safety road). Kuncinya adalah koordinasi dan sinergi lintas sektor. Kami mengetuk kepedulian perusahaan, dan PT SDE menyambutnya dengan sangat baik," ujar Qomarul.
Hasil dari keroyokan tersebut luar biasa. Menggunakan alat berat, sebanyak enam titik gunung kapur yang selama ini memblokade pandangan pengendara berhasil dipangkas habis dan dibersihkan.
Dampaknya langsung terasa instan pada Triwulan II Tahun 2026 ini. Angka kecelakaan lalu lintas beserta tingkat fatalitas korban di sepanjang jalur tersebut terjun bebas.
Tikungan yang semula sempit, curam, dan buta, kini berubah menjadi lebih terbuka, lapang, dan aman untuk bermanuver.
Respons positif pun mengalir deras dari masyarakat setempat maupun para supir logistik yang saban hari bertaruh nasib di jalan tersebut.
"Dulu tikungan disini benar-benar menakutkan. Kendaraan dari arah berlawanan sering baru kelihatan pas sudah dekat sekali. Sering betul terjadi kecelakaan di sini," kenang Ahmad, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kini, Ahmad dan ribuan warga lainnya bisa bernapas lega saat melintas.
"Alhamdulillah, sekarang setelah tebingnya dipangkas oleh Satlantas dan perusahaan, pandangan jadi jauh lebih luas. Kami merasa jauh lebih aman. Terima kasih banyak," tambahnya dengan nada penuh syukur.
Atas dedikasi, koordinasi yang apik, serta inovasi yang berdampak nyata bagi keselamatan publik ini, Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung menyerahkan langsung Award of Appreciation kepada jajaran Satlantas Polres Kotabaru.
Reporter: Jumadil
