![]() |
| Paralayang |
KOTABARU- Dari pesisir laut Desa Sarang Tiung, mata Awaludin tak berkedip menatap langit sore yang berhias parasut warna-warni ke atas di bawahnya, hamparan laut biru Selat Makassar mengepung daratan, menyajikan lanskap magis yang jarang ditemukan di sudut Indonesia manapun, Sabtu (27/6).
Bagi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotabaru itu, pemandangan ratusan atlet gantole dan paralayang yang melesat dari perbukitan bukan sekadar tontonan visual. Ini adalah sebuah lompatan besar bagi olahraga dirgantara di Bumi Saijaan.
"Ini luar biasa. Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata bahwa Kotabaru bukan lagi sekadar penonton, melainkan episentrum baru olahraga dirgantara nasional," ujar Awaludin.
Saat itu ia penuh kebanggaan, karena juga ditemui di wawancara eksklusif dengan TV One di lokasi acara, Kamis (25/6) sore.
Di tengah gemuruh angin dan sorak penonton yang memadati kawasan Desa Sarang Tiung, Awaludin secara khusus melayangkan pujian dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru.
Baginya, keberhasilan menggelar ajang bergengsi sekelas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gantole dan Paralayang 2026 ini adalah buah dari kerja keras dan visi jeli instansi tersebut.
"Apresiasi terbesar pantas kita berikan kepada rekan-rekan di Disparpora Kotabaru. Mereka mampu melihat potensi alam kita yang luar biasa dan menerjemahkannya menjadi sebuah fasilitas olahraga udara yang super lengkap. Menyatukan paralayang, gantole, hingga paramotor dalam satu kawasan yang representatif itu bukan perkara mudah," kata Awaludin di hadapan kamera TV One.
Awaludin menilai langkah Disparpora tidak hanya membangkitkan gairah olahraga prestasi di daerah, tetapi juga meletakkan batu pertama bagi masa depan sport tourism Kotabaru di kancah global.
Karakteristik Bukit Mamake dan Bukit Bapake yang memiliki area take-off luas serta landing area aman berlatar laut, menurutnya, adalah modal mewah yang jarang dimiliki daerah lain.
Keyakinan Awaludin bukan tanpa dasar. Dengan hadirnya hampir 50 atlet top dari 11 provinsi serta pelaksanaan International Paragliding Accuracy Championship Series 2 yang berjalan paralel, ia optimis Kotabaru segera dilirik oleh komunitas dirgantara internasional.
"Disparpora telah membuka jalurnya. Tugas kita sekarang di KONI, bersama seluruh elemen daerah, adalah menjaga momentum ini agar ajang tingkat dunia bisa benar-benar mendarat di sini," tambahnya optimis.
Reporter: Jumadil.
