![]() |
| Ramai |
KOTABARU- Sebanyak 16 stan pameran multi etnis, komunitas, ekonomi kreatif, dan UMKM menjadi daya tarik pada pembukaan Festival Budaya Saijaan (FBS) XII di kawasan Siring Laut, Kotabaru, Kamis, 23 Juli 2026. Stan-stan itu menampilkan, budaya kerajinan, kuliner, hingga produk unggulan daerah.
Seusai membuka festival, Asisten I Sekretariat Daerah Kotabaru H. Minggu Basuki bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau satu per satu stan pameran.
Peserta berasal dari berbagai organisasi dan komunitas, diantaranya Dewan Adat Dayak, DPC GEKRAFS Kotabaru, GEKRAB, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Paguyuban Etnis Banjar (PEPADI) Kotabaru, Padaringan Pecinta Pusaka Sa-Ijaan, Komunitas Laung Kuning Banjar, BUMDes Pulau Laut Sigam, Subsektor Fotografi DPC GEKRAFS Kotabaru, Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL), Disporabudpar Kota Banjarmasin, HARPI Melati, serta sejumlah pelaku UMKM lainnya.
Pameran itu menjadi ruang pertemuan berbagai etnis dan komunitas untuk memperkenalkan budaya, kerajinan, serta produk lokal kepada masyarakat. Kehadirannya melengkapi rangkaian pertunjukan seni yang menjadi agenda utama Festival Budaya Saijaan.
Salah seorang pengunjung, Farhan, warga Kabupaten Tanah Bumbu, menilai pameran tersebut memberikan pengalaman berbeda. Menurut dia, keberagaman stan membuat pengunjung dapat mengenal budaya dan produk lokal dalam satu kawasan.
“Bagus, pengunjung bisa melihat banyak budaya sekaligus. Semoga festival seperti ini terus digelar karena menjadi sarana memperkenalkan budaya daerah dan menarik wisatawan ke Kalimantan Selatan,” kata Farhan.
Festival Budaya Saijaan XII berlangsung selama lima hari dengan mengusung tema “Magic From The Sea, Merajut Budaya Menyapa Dunia.”
Reporter: Jumadil
