Jadi Pengedar Besar , Vocalis Band Ini Terancam Hukuman Mati


IPN - Jakarta. Vokalis grup musik Zivilia, Zulkifli  alias Zul (37) ternyata merupakan pengedar besar dalam jaringan pengedar narkoba. Zul Zivilia diketahui bertugas mengantarkan ekstasi ke pelanggan dalam jaringan narkotika di Indonesia.  

Hal ini diketahui dari jumlah barang bukti yang disita yakni 9,5 kilogram sabu-sabu dan 24.000 butir ekstasi empat buah handphone, kartu ATM, timbangan elektrik, dan uang tunai Rp 1,4 juta.

Hal ini disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwono Nainggolan mengatakan, Zul Zivilia dan delapan pelaku lainnya bukan pengecer, tetapi pengedar besar.

Maka Zul pun  terancam hukuman mati atau seumur hidup setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

"Ini sudah jalan hidup saya," kata Zul Zivilia yang menyesali perbuatannya  dengan tangan terikat dan mengenakan rompi tahanan Nomor 13 saat rilis di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (08/03/2019).

Pelantun Aishiteru  yang pernah hits dan menjadi soundrack film Menculik Miyabi ini mengaku tahu risiko yang akan didapat atas perbuatannya. 

Dia pun pasrah jika nantinya akan dihukum mati.  Hal itu lantaran dia tak punya pilihan lain karena merasa berutang budi dengan rekannya, Rian, yang juga turut diamankan bersama dia. 



Sebelumnya, Zul Zivilia sempat dikabarkan menghilang sebelum manggung di Bone, Sulawesi Selatan pada pekan lalu. Namun beberapa hari berselang, pelantun Aishiteru itu dikabarkan ditangkap polisi.

Zul Zivilia dan 8 orang dibekuk di 4 lokasi berbeda.
Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) 1 ditemukan sabu 0,5 gram. 

Kemudian, di TKP 2 didapatkan ekstasi 24.000 butir dan sabu 9,5 kilogram. 

Dari TKP 3 juga ditemukan sabu 25,643 kg dan ekstasi 5.000 butir. 

Sementara di TKP 4 ditemukan sabu 15,453 kg dan ekstasi 25.000 butir.

Zul Zivilia sendiri diamankan dari TKP 2, yakni sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 1 Maret 2019. 

Selain Zul juga dibekuk 3 orang lainnya di tempat ini, yakni Rian, Andu dan seorang perempuan berinisial D.

Menunggu (Aishiteru)
Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan trus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu

Sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
Kadang kuberpikir cari penggantimu
Saat kau jauh disana

Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a a a aku

Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan a a ai aishiteru

Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan

Saat kau jauh disana rasa cemburu
Merasuk kedalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan

Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a a a aku

Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan a a ai aishiteru

Satu sendiri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
O wu wo o

Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
Kumohon kau kembali

Kimita tuokukitemo
Kiminoi shuaguaratala
Shiniteruyo shiniteruyo

Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a a a aku

Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan a a ai aishiteru

Wo wo wo
Wo wo wo a a ai aishiteru

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jadi Pengedar Besar , Vocalis Band Ini Terancam Hukuman Mati"

Post a Comment