Bupati HSU Buka Inovasi Desa Tahun 2018

IPN - Amuntai. Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Wahid HK membuka Bursa Inovasi Desa Tahun 2018, bertempat di GOR Karias Amuntai, Kamis (06/12/2018). Pada acara yang  dihadiri sekitar 700 orang yang terdiri dari perwakilan SKPD, Camat, serta Kepala Desa se-Kabupaten HSU ini ,  Wahid mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis.
 
Wahid juga menambahkan bahwa ini  menjadi langkah awal untuk membangun desa menjadi lebih baik, maju, dan sejahtera, melalui inovasi dan ide-ide kreatif yang nantinya pelaksanaan pembangunannya akan diterapkan di desa masing-masing. 



“Bursa inovasi desa dilaksanakan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif pembangunan desa dengan pemanfaatan dana desa secara efektif, efisien, dan inovatif. Untuk itu kami berharap melalui bursa inovasi desa ini, dapat kita jadikan sebagai wadah atau sarana untuk mendiseminasikan informasi pokok terkait dengan program inovasi desa secara umum, serta program pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa,” kata Wahid.



Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Rijal Hadi selaku Ketua Tim Inovasi Kabupaten HSU menyampaikan, selama ini aspek yang menjadi perhatian di antaranya masih lemahnya kualitas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian pemanfaatan kegiatan pembangunan desa, serta ketersediaan data yang memadai mengenai kondisi objektif maupun perkembangan desa yang menunjukkan pencapaian pembangunan desa.

“Ketersediaan desa ini sangat penting bagi semua pihak yang berkepentingan khususnya bagi opmerintah dalam merumuskan pembangunan. Koreksi terkait kekurangan terus dilakukan secara proaktif salah satunya dengan hadirnya bursa inovasi desa yang dilaksanakan melalui program inovasi desa yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 kemarin,” tambah Rijali.

Menurut Rijali, hadirnya bursa inovasi desa merupakan langkah yang tepat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan desa, serta merevitalisasi pendamping dalam pengembangan potensi lokal kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, dan infastruktur desa.



Sementara Kepala Bidang Pengembangan Provinsi Kalimantan Selatan Wahyu Widyonugroho menjelaskan, program inovasi desa yang salah satunya bursa inovasi desa merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda nawacita RPJMD 2015 dan 2019. Di samping itu, untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai UU No 6 tahun 2014 dalam mengembangkan upaya pembangunan desa secara berkualitas agar meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi untuk mempersiapakan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

“Program inovasi desa ini untuk mendorong upaya peningkatan efektifitas dana desa. Pemerintah desa diharapkan lebih efektif dalam menyusun pengelolaan dana desa,” imbuhnya.




Subscribe to receive free email updates: