Kepsek SMA 1 Amuntai, Buka Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah



Kepsek SMAN 1 Amuntai H Ahdiyat Gazali Rahman dua dari kiri saat membuka kegiatan.



IPN - Amuntai - Bertempat di aula SMAN.1 Amuntai telah dilaksanakan program SMA Rujukan 2018 Lomba literasi SMAN 1 Amuntai, yaitu Lomba karya tulis ilmiah (LKTI) tentang "Narkoba"yang diikuti delapan orang putera-puteri para pinalis yang akan berlomba mempresentasikan karya ilmiahnya dihadapan dewan juri,dalam acara ini dihadiri oleh kepala sekolah,dewan guru, para dewan juri, serta puluhan siswa-siswi SMA 1 Amuntai.

Dalam laporannya ketua panitia pelaksana bapak Ahmad Zaini, S. Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada kepala sekolah dan dewan juri yang membantu untuk pelaksanaan lomba karya tulis ilmiah ini, menurut zaini karya tulis ilmiah ini merupakan dasar bagi mereka yang nantinya akan melanjutkan kejenjang pendidikan,dikatakannya bahwa ini sangat penting  mereka miliki agar mereka diperguruan tinggi dalam pembuatan skripsi tidak terlalu sulit lagi karena sudah memiliki ilmu dalam pembuatan karya ilmiah.


EkskE bersama peserta LKTI


Adapun dewan juri lomba ini adalah bapak Eddy Daruji, S.Pd, M.Pd dan bapak Fakhrurraji, S. Pd, MM.

Kepala SMA Negeri 1 Amuntai Drs. H. Akhdiyat Gazali Rahman,SH, MH dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana dan dewan juri serta kepada kepada siswa-siswi yang mengikuti lomba dan yang menghadiri kegiatan lomba pada hari ini. Akhdiyat mengatakan bahwa SMA ini berbeda dengan SMK, pelajar yang masuk ke SMA dia tidak bercita-cita sampai SMA Sana akan tetapi dia harus melanjutkan kuliah baik D1 maupun sampai ke S3, berbeda dengan SMK  dia dibekali keterampilan dasar begitu lulus maka diminta langsung untuk bekerja atau labor tenaga kerja, dan anda inilah yang menjadi tenaga ahlinya nanti, jadi SMK ini lebih banyak fokasi atau lebih banyak menggunakan tenaganya akan tetapi SMA lebih banyak menggunakan pikiran, mengolah otak, Karena ia akan melahirkan sebuah konsep, dan konsep itulah nantinya akan dikerjakan oleh tenaga kerja, dari persepsi td konsep itu adalah sebuah teori dan teori tersebut di dapat karena kita membaca.

Menurut akhdiyat kalau kita meliat sejarah nabi Muhammad SAW beliau saja disuruh membaca jadi sejak jaman dulu kita dianjurkan untuk membaca, menurutnya kalau ada orang pintar tidak membaca itu sangat mustahil.
Dikatakan akhdiyat yang mantan ketua KPU HSU ini bahwa sekolah rujukan kita ini adalah yaitu sekolah percontohan sekolah yang ada di kabupaten hulu sungai utara,dari 535 kabupaten se indonesia yang dipanggil kejakarta cuma 439 kabupaten saja termasuk kabupaten HSU,yang programnya sama seperti ini, tujuan dari pemerintah adalah memberikan pemahaman pada siswa bagaimana mengolah karya tulis ilmiah yang nantinya akan berguna kejenjang yang lebih tinggi. (*)


Sumber Dikominfo
Editor : Infopubliknews

Subscribe to receive free email updates: