Notification

×

Iklan

Iklan

Pendangkalan Akibat Sampah dan Sedimentasi, Bupati HSU Pimpin Pembersihan Alur Sungai Jembatan Pasar Babirik

Saturday, August 8, 2026 | 08 August WIB Last Updated 2026-08-08T01:15:02Z


Sinergitas


AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H. Sahrujani, memimpin langsung Gerakan Pembersihan Alur Sungai di kawasan Jembatan Pasar Babirik, Kecamatan Babirik, Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan Sekretaris Daerah, Kapolsek, Danramil, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Perhubungan, para kepala SKPD Lainnya, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (7/8/2026) 


Aksi bersih-bersih ini difokuskan pada penanganan sedimentasi yang telah menumpuk di kawasan tersebut 

Bupati H. Sahrujani mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengatasi persoalan sedimentasi demi menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan di wilayah sekitar.


"Kami bersama Bapak Sekretaris Daerah, Kapolsek, Danramil, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Perhubungan, serta seluruh pejabat pemerintah daerah dan jajaran ASN Kabupaten Hulu Sungai Utara melaksanakan gotong royong membersihkan kawasan Jembatan Babirik yang mengalami sedimentasi. Alhamdulillah, pembersihan awal dapat kami selesaikan hari ini," ujar Sahrujani.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten HSU juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Provinsi Kalimantan Selatan agar penanganan sedimentasi dapat dilakukan secara maksimal menggunakan alat berat.


"Kami juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Provinsi Kalimantan Selatan agar alat berat dapat diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan sedimentasi tersebut. Harapan kami, apabila sedimentasi ini dapat dibersihkan secara menyeluruh, maka aliran sungai dari hulu menuju hilir akan kembali lancar sehingga dapat mengurangi potensi genangan dan menjaga kelancaran arus air," tambahnya.


Menurut Sahrujani, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membangkitkan kembali budaya kebersamaan di tengah masyarakat.


"Kondisi yang sudah bertahun-tahun kurang mendapat penanganan tentu membutuhkan kerja keras, bahkan harus dibantu dengan alat berat. Namun, kami yakin bahwa gotong royong yang dimulai hari ini menjadi langkah awal untuk menyelesaikan persoalan ini secara bertahap," ungkapnya.


Ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah teknis agar terus mengawal dan menuntaskan penanganan sedimentasi di kawasan tersebut.


"Selain menjaga kelancaran aliran sungai, upaya ini juga penting untuk menjaga keawetan konstruksi jembatan dan keselamatan masyarakat. Semoga semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi budaya di Kabupaten Hulu Sungai Utara, khususnya dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU, Amos Silitonga, menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh percepatan penanganan sedimentasi melalui koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai.


"Kami akan selalu melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan sesegera mungkin mendatangkan alat berat agar proses pembersihan sedimentasi ini dapat berjalan lebih cepat dan tuntas," kata Amos.


Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara berharap persoalan sedimentasi yang menjadi keluhan masyarakat dapat segera teratasi sehingga fungsi sungai kembali optimal, risiko banjir berkurang, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat di kawasan Jembatan Pasar Babirik semakin terjamin.


TIM PROKOPIM HSU/IPN

×
Berita Terbaru Update