Notification

×

Iklan

Iklan

Kabut Asap Bukan Sekadar Asap, Ada Tanggung Jawab Kita

Friday, September 18, 2026 | 18 September WIB Last Updated 2026-09-18T05:14:32Z


Penulis Yasyifa Kader HMI HSU/Amuntai


Kabut asap kembali menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat Hulu Sungai Utara. Berita tentang lima pelajar yang mengalami sesak napas dan kambuhnya asma akibat paparan asap karhutla seharusnya menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Sebelumnya, mahasiswa Amuntai juga telah menyampaikan keresahan dan tuntutan terkait persoalan karhutla melalui aksi. Pemerintah merespons dengan baik apa yang disampaikan mahasiswa. Bagi saya, ini merupakan hal yang patut diapresiasi. Aspirasi masyarakat dan mahasiswa telah didengar, sehingga persoalannya sekarang bukan lagi sekadar bagaimana menyampaikan tuntutan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga agar masalah yang sama tidak terus berulang.


Sebagai bagian dari generasi muda, khususnya mahasiswa yang berkuliah di Amuntai, saya melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya berhenti pada aksi, kritik, ataupun menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan karhutla, tetapi masyarakat juga mempunyai peran yang tidak kalah penting.


Di sisi lain, masyarakat yang sudah terdampak juga tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalan ini sendiri. Mereka membutuhkan pelayanan dan perhatian yang nyata, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat terdampak mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan penanganan yang diperlukan. Respons terhadap karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkannya.


Namun, persoalan ini juga tidak seharusnya selalu diselesaikan setelah bencana terjadi. Mitigasi dan pencegahan perlu diperkuat sejak awal. Pemerintah, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat perlu membangun kesadaran serta langkah bersama agar potensi karhutla dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.


Lima pelajar yang harus berhadapan dengan sesak napas akibat kabut asap menjadi pengingat bahwa dampak karhutla itu nyata. Jangan sampai kita baru bergerak ketika korban sudah semakin banyak.


Mari jangan menunggu kabut asap menjadi semakin parah untuk kembali peduli. Pemerintah sudah merespons, mahasiswa sudah menyuarakan, sekarang waktunya memastikan bahwa respons itu hadir dalam pelayanan dan pencegahan, serta kita sebagai masyarakat ikut menjaga alam. Karena menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. (**) 

Sumber: Penulis

Upload: Tim

×
Berita Terbaru Update