Notification

×

Iklan

Iklan

KOSEMA STIA Amuntai Hadirkan Aksi Pengabdian dan Semarak Kemerdekaan di Hakurung

Friday, August 21, 2026 | 21 August WIB Last Updated 2026-08-21T02:17:22Z
Mahasiswa KOSEMA STIA Amuntai bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan AKMADES di Hakurung Dalam, Kecamatan Daha Utara, HSS, dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.



KANDANGAN— Konseling, Kesehatan, dan Informasi Mahasiswa (KOSEMA) STIA Amuntai menghadirkan aksi pengabdian kepada masyarakat melalui program Aksi KOSEMA untuk Desa (AKMADES) di Hakurung Dalam, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Mengusung tema “Berkarya Bersama, Berdampak Selamanya”, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dua malam, 16–18 Agustus 2026. Beragam kegiatan sosial, edukasi, kesehatan, hingga hiburan digelar dengan melibatkan masyarakat dan pelajar setempat.

Penanggung Jawab KOSEMA STIA Amuntai Hariadi mengatakan, AKMADES merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengabdikan diri dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“AKMADES merupakan agenda tahunan KOSEMA sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Tahun ini kami memilih wilayah Hakurung, dengan pusat kegiatan di Hakurung Dalam,” kata Hariadi.





Menurut dia, AKMADES merupakan salah satu program kerja Divisi Hubungan Masyarakat KOSEMA STIA Amuntai. Program tersebut dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi, kesehatan, dan kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja organisasi, tetapi juga benar-benar hadir dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Wilayah Hakurung terdiri atas tiga kawasan, yakni Sakincung, Sungai Haji, dan Hakurung Dalam. Dalam pelaksanaan AKMADES tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan pengabdian dipusatkan di Hakurung Dalam.

Dari bidang kesehatan, Divisi Kesehatan Fisik KOSEMA menggelar medical check-up (MCU) bagi masyarakat. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan warga sekaligus membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Sementara itu, Divisi Kesehatan Mental memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai perundungan atau bullying. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai perilaku perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan saling menghargai.

“Edukasi tentang bullying kami berikan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memahami bahwa perundungan bukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai candaan. Kami ingin mereka bisa saling menghargai dan menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat,” jelas Hariadi.

Edukasi lainnya diberikan kepada siswa sekolah menengah pertama. Divisi Rumah Tangga dan Kaderisasi mengangkat materi mengenai penggunaan obat-obatan secara tepat dan bijak, termasuk risiko penggunaan obat yang tidak sesuai aturan.

Selain kesehatan dan edukasi, kontribusi mahasiswa diwujudkan melalui pembuatan serta pemasangan plang pengarah wilayah. Plang tersebut memuat petunjuk menuju Sakincung, Sungai Haji, dan Hakurung Dalam.

“Kami juga membuat plang pengarah wilayah. Harapannya, keberadaan plang tersebut dapat membantu masyarakat maupun pendatang yang ingin menuju tiga wilayah di Hakurung,” tutur Hariadi.

Semarak pengabdian semakin terasa karena kegiatan berlangsung bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. KOSEMA STIA Amuntai bersama masyarakat menggelar jalan santai dan berbagai perlombaan khas 17 Agustus.

Kebersamaan kemudian berlanjut melalui pentas seni. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat interaksi antara mahasiswa dan warga.

“Selain kegiatan edukasi dan kesehatan, kami juga ingin membangun kebersamaan dengan masyarakat. Karena itu, kami mengadakan jalan santai, berbagai lomba, dan pentas seni agar mahasiswa dan masyarakat dapat berinteraksi lebih dekat,” kata Hariadi.

Di balik rangkaian kegiatan yang berlangsung semarak, perjalanan menuju lokasi pengabdian menghadirkan tantangan tersendiri. Akses jalan menuju Hakurung Dalam masih mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut bahkan membuat kendaraan roda empat tidak dapat mencapai lokasi kegiatan.

Meski demikian, keterbatasan akses tidak menyurutkan semangat mahasiswa KOSEMA STIA Amuntai untuk tetap melaksanakan pengabdian.

“Memang akses menuju lokasi cukup sulit. Mobil tidak bisa masuk sampai ke tempat kegiatan. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat kami. Justru menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung kondisi dan tantangan yang dihadapi masyarakat,” ungkap Hariadi.

Ia berharap AKMADES tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pemenuhan program kerja organisasi. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan pengalaman, manfaat, dan kesan positif bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya selesai ketika mahasiswa kembali ke kampus. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Hakurung Dalam,” pungkasnya.

Melalui AKMADES, KOSEMA STIA Amuntai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Semangat “Berkarya Bersama, Berdampak Selamanya” menjadi pijakan mahasiswa untuk berkontribusi melalui edukasi, kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
×
Berita Terbaru Update