![]() |
| Senja yang dinantikan |
KOTABARU- Senja punya cara sendiri untuk membuat Kotabaru terlihat berbeda. Ketika matahari mulai turun di ufuk barat, kawasan Siring Laut perlahan berubah menjadi ruang terbuka dengan panorama yang sulit diabaikan, Selasa (18/8/26).
Cahaya jingga menyapu permukaan laut, sementara angin pesisir bergerak pelan membawa suasana yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Di tempat ini, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat matahari terbenam. Mereka juga disuguhi wajah Kotabaru yang khas.
Di tepian Siring Laut berdiri patung ikan todak raksasa yang menjadi salah satu ikon kawasan. Bentuknya yang mencolok seolah menyambut setiap orang yang datang menikmati panorama laut.
Tak jauh dari sana, berdiri Masjid Kapal yang berada di atas perairan. Bangunannya menjadi pemandangan unik ketika berpadu dengan hamparan laut yang terbentang luas.
Saat senja tiba, keduanya seperti mendapatkan panggungnya sendiri.
Patung ikan berdiri kokoh di tepian, sementara Masjid Kapal tampak menyatu dengan bentang laut. Di belakangnya, langit perlahan berubah warna.
Kemudian semakin lembut, sebelum matahari akhirnya tenggelam.
Panorama laut yang terbuka membuat pemandangan matahari terbenam di Siring Laut terasa berbeda. Tidak banyak penghalang yang menutup pandangan. Laut, langit dan cahaya senja seolah berada dalam satu bingkai.
Bagi wisatawan, momen seperti ini menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk perjalanan.
Ada yang sekadar duduk menikmati angin laut. Ada yang mengabadikan siluet matahari dengan kamera ponsel. Ada pula yang memilih menikmati pemandangan tanpa banyak bicara.
Siring Laut memang bukan hanya tentang tempat. Ia tentang suasana. Tentang bagaimana laut dan langit bertemu pada satu waktu yang singkat, lalu menghadirkan pemandangan yang tidak pernah benar-benar sama setiap hari.
Ketika cahaya terakhir matahari memantul di permukaan laut, Kotabaru seakan menunjukkan sisi lainnya. Sisi yang tenang. Sisi yang romantis.
Dan sisi yang mengingatkan bahwa kekuatan wisata Bumi Saijaan tidak hanya berada pada destinasi yang megah, tetapi juga pada panorama alam yang sederhana dan jujur.
Di Siring Laut, senja akhirnya menjadi cerita tersendiri.
Sebuah cerita tentang laut, cahaya jingga dan Kotabaru yang perlahan tenggelam dalam keindahan sore.
Reporter: Jumadil.
