![]() |
| Perkuat sektor pertanian menuju lumbung pangan Kalsel |
Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan tanam padi yang dilaksanakan di Desa Sungai Durait Hilir, Kecamatan Babirik. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati HSU H. Sahrujani bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan (Iwan Alabio), serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman, Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan Dr. Wahida Annisa Yusuf, Plt. Kepala Dinas Pertanian HSU Akhmad Rijani, seluruh kepala SKPD HSU, para asisten, staf ahli, kepala bagian di lingkungan Setda HSU, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Kegiatan tanam padi tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, akademisi, dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menegaskan bahwa sektor pangan akan selalu menjadi kebutuhan utama manusia sepanjang masa.
"Pangan akan selalu menjadi kebutuhan manusia sampai kapan pun. Selama manusia hidup, kita akan selalu membutuhkan makanan. Apa pun yang terjadi, masyarakat tetap membutuhkan nasi dan beras di rumah. Anak-anak kita ingin makan, keluarga kita ingin makan. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus kita jaga," ujarnya.
![]() |
Syamsir Rahman menyampaikan rasa bangganya karena Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi salah satu daerah penyangga produksi padi di Kalimantan Selatan, sebuah capaian yang menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian di daerah Hulu sungai utara.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten HSU terhadap kesejahteraan para petani. Bahkan ketika daerah lain menghadapi musim kemarau, petani di HSU tetap dapat melakukan penanaman padi berkat karakteristik lahan lebak yang dimiliki.
"Atas komitmen tersebut, kami memberikan apresiasi kepada Bupati HSU dan wakil bupati yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan sektor pertanian dan kesejahteraan petani," katanya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Fakultas Pertanian ULM yang dinilai sebagai generasi muda penerus pembangunan pertanian di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Annisa Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati HSU, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten HSU, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Ia menjelaskan bahwa Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian merupakan perpanjangan tangan Kementerian Pertanian yang bertugas mengawal dan mendampingi pelaksanaan berbagai program strategis pertanian di daerah.
Menurutnya, Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki keunggulan berupa dominasi lahan lebak yang masih dapat dimanfaatkan untuk budidaya padi pada musim kemarau, sehingga menjadi peluang besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
"Dalam waktu dekat kami bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara akan melakukan koordinasi untuk memetakan target sekitar 700 hektare lahan yang siap ditanami " jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara terus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Modernisasi Irigasi dan Pertanian Strategis (PMIS), sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus memperkuat target swasembada pangan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Bupati HSU H. Sahrujani mengaku bersyukur atas besarnya perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
"Apa yang menjadi perhatian Pak Syamsir benar-benar diwujudkan. Terus terang saya tidak pernah membayangkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara akan mendapat perhatian sebesar ini dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi," ungkapnya.
Bupati juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produksi pertanian, salah satunya melalui pengadaan tujuh unit ekskavator amfibi.
"Hari ini kita sudah memiliki tujuh ekskavator amfibi yang setiap hari bekerja membersihkan gulma dan eceng gondok sekaligus membantu normalisasi sungai. Alat ini benar-benar memberikan harapan besar bagi peningkatan produksi pertanian kita," jelasnya.
Menanggapi rencana pemanfaatan lahan seluas sekitar 700 hektare yang disampaikan Dr. Wahida Annisa Yusuf, Bupati Sahrujani langsung meminta agar segera dilakukan pembahasan lebih lanjut.
"Tadi disampaikan ada sekitar 700 hektare lahan yang berpotensi dimanfaatkan kembali. Saya minta nanti pada saat rapat segera dilaporkan. Kalau memang memungkinkan, lahan tersebut akan kita jadikan sebagai pengembangan pertanian," tegasnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara akan terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk dengan menambah sarana dan prasarana apabila program yang dijalankan terbukti memberikan manfaat besar bagi petani.
"Apabila program ini berhasil dan alat yang kita miliki benar-benar memberikan manfaat besar, insyaallah pemerintah daerah akan menambah lagi pengadaan alat tersebut," tutup Bupati.
Kegiatan tanam padi bersama ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan potensi lahan lebak yang dimiliki, Kabupaten Hulu Sungai Utara optimistis terus meningkatkan produksi padi serta mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Kalimantan Selatan.
TIM PROKOPIM HSU/IPN



