![]() |
| Foto kegiatan |
KOTABARU – Bagi warga Desa Pondok Labu di Kecamatan Pamukan Selatan, urusan air minum selama ini kerap menyisakan cerita panjang.
Berada di kawasan yang cukup menantang secara geografis, mendapatkan air yang benar-benar layak konsumsi sering kali menuntut pengorbanan entah itu waktu, tenaga, maupun biaya ekstra.
Namun, raut wajah lelah itu perlahan berganti syukur. Di sudut desa, sebuah bangunan permanen berukuran 6 x 4 meter kini berdiri kokoh.
Di dalamnya, gemercik air beradu dengan deru halus mesin Reverse Osmosis (RO). Rumah RO baru ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol babak baru bagi kesehatan dan dompet warga setempat.
Langkah nyata ini dihadirkan oleh PT Paripurna Swakarsa (PT PSA), anak usaha Minamas Plantation, lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp100.500.000. Lengkap dengan satu set mesin depot air minum isi ulang, fasilitas ini siap memutus rantai kesulitan air bersih warga.
Bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit ini, program ini bukan sekedar penggugur kewajiban sosial. Ada misi kemanusiaan yang ingin disentuh secara langsung.
"Ketersediaan air minum yang bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui pembangunan Rumah RO ini, kami ingin warga Desa Pondok Labu bisa mendapat akses air yang lebih mudah, sehat, dan tentu saja terjangkau," ujar Area Controller Pamukan 2 PT PSA, Widodo.
Widodo berharap, modal fasilitas yang diberikan ini bisa dirawat bersama oleh warga. "Semoga fasilitas ini dikelola dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang, bahkan lintas generasi," tambahnya.
Apresiasi mendalam datang dari aparatur desa yang sehari-hari melihat langsung perjuangan warganya. Kepala Desa Pondok Labu, Jadih, tak mampu menyembunyikan rasa terima kasihnya saat meresmikan fasilitas tersebut.
"Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat, kami sangat berterima kasih kepada PT Paripurna Swakarsa. Bantuan ini sangat menyentuh kebutuhan riil masyarakat kami. Sinergi seperti inilah yang kami harapkan bisa terus berlanjut di masa depan," kata Jadih hangat.
Senada dengan sang kades, Kepala Dusun I Desa Pondok Labu, Abiryansyah, menyebut kehadiran depot RO ini bak oase di tengah gurun.
Selama ini, air minum berkualitas menjadi barang mewah yang cukup sulit dijangkau dengan mudah oleh warga dusunnya.
"Kami sangat bersyukur. Sekarang warga tidak perlu bingung lagi mencari air minum yang bersih dan aman. Tugas kami sekarang adalah menjaga dan merawat aset berharga ini bersama-sama agar seluruh masyarakat bisa terus menikmati manfaatnya," tegas Abiryansyah penuh komitmen.
Melalui kolaborasi erat antara korporasi, pemerintah desa, dan warga, PT Paripurna Swakarsa bersama Minamas Plantation kembali membuktikan bahwa kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Reporter: Jumadil.
