Oleh : Nida Aliya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai menunjukkan perannya sebagai salah satu upaya pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Lebih dari sekadar membagikan makanan kepada peserta didik, program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mencegah stunting, meningkatkan kualitas gizi anak, serta mendukung prestasi belajar di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara menargetkan sebanyak 21.822 siswa sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Sasaran program mencakup peserta didik mulai dari kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Pada peluncuran perdana yang dipusatkan di SMPN 4 Amuntai, Kelurahan Sungai Malang, sebanyak 2.416 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan kepada para siswa. Selanjutnya, layanan diperluas melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di Desa Sungai Turak yang melayani wilayah Kecamatan Amuntai Utara.
Pelaksanaan program ini berangkat dari kesadaran bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga oleh kondisi kesehatan peserta didik. Anak yang memperoleh asupan gizi yang cukup cenderung memiliki daya konsentrasi lebih baik, lebih aktif mengikuti pembelajaran, serta mampu menyerap materi pelajaran secara optimal. Sebaliknya, kekurangan gizi berisiko menghambat perkembangan
fisik dan kognitif anak yang berdampak pada prestasi belajar. Di sisi lain, persoalan stunting masih menjadi perhatian dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan yang berada di bawah
standar, melainkan kondisi yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan berpikir, hingga produktivitas seseorang pada masa dewasa. Karena itu, pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai permasalahan tersebut.
Antusiasme terhadap Program MBG terlihat dari berbagai sekolah penerima manfaat. Kepala MIN 15 Hulu Sungai Utara, Anderiani, mengaku bersyukur karena sebanyak 347 siswa di sekolahnya dapat menikmati makanan bergizi melalui program tersebut. Ia berharap MBG dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, semangat belajar, dan tumbuh kembang peserta didik.
Hal senada disampaikan Kepala MTsN 1 Hulu Sungai Utara, Mujiburrahman. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik memiliki hubungan erat dengan kualitas proses pembelajaran. Ia menilai siswa yang memperoleh makanan bergizi cenderung lebih fokus, aktif berdiskusi, dan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi selama mengikuti kegiatan di kelas.
Menu yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis telah disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak. Setiap porsi terdiri atas sumber
karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi peserta didik selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak dini.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara juga mengarahkan agar pelaksanaan MBG mampu menggerakkan perekonomian daerah. Bahan pangan yang digunakan diprioritaskan berasal dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal sehingga perputaran anggaran program dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, MBG tidak hanya
menjadi program sosial, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi lokal.Meski mendapat sambutan positif, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tetap memerlukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan. DPRD Kabupaten Hulu Sungai utara bersama pemerintah daerah telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program,
mulai dari kualitas menu, ketepatan distribusi, hingga standar kebersihan makanan. Evaluasi ini penting agar setiap peserta didik memperoleh layanan yang aman, layak, dan sesuai dengan
standar gizi yang telah ditetapkan. Keberhasilan MBG pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya porsi makanan yang
dibagikan setiap hari. Indikator yang jauh lebih penting adalah menurunnya risiko stunting, meningkatnya kualitas kesehatan anak, serta tumbuhnya semangat belajar yang berdampak
pada prestasi akademik peserta didik. Apabila tujuan tersebut dapat tercapai secara konsisten, maka program ini akan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber
daya manusia di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa pembangunan generasi unggul tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga dari pemenuhan kebutuhan dasar anak. Dengan
kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, MBG diharapkan mampu menjadi fondasi lahirnya generasi Hulu Sungai Utara yang lebih sehat, lebih cerdas, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (**)
Daftar Pustaka
Badan Gizi Nasional. (2025). Program Makan Bergizi Gratis. https://www.bgn.go.id/
InfoPublik. (2026). Program MBG Harus Gerakkan Ekonomi Lokal di HSU.
Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara. (2025). Hari Pertama Penyaluran MBG,
Siswa MIN 15 HSU Sambut Gembira dan Antusias.
Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara. (2025). Siswa MTsN 1 HSU Terima
Program MBG Perdana dari SPPG Rantau Karau Hilir.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi
Indonesia (SSGI) 2022. (**)
