![]() |
| personel Polsek Banjang melakukan monitoring perkembangan tanaman jagung di lahan binaan Polri milik warga Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Minggu (21/6). Tanaman berusia 41 hari tersebut diproyeksikan panen pada Oktober 2026. |
AMUNTAI – Anggota Polsek Banjang terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung yang menjadi bagian dari program swasembada pangan nasional. Salah satunya dilakukan di lahan jagung milik warga Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (21/6).
Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipda Herry S., Aipda Sukadi, dan Aipda Robby. Kegiatan ini bertujuan memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada petani binaan Polri.
Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi binaan Polri.
Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 itu kini telah berusia 41 hari dengan tinggi rata-rata berkisar antara 45 hingga 55 sentimeter. Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan menggunakan bibit hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram.
Dalam proses budidaya, petani menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman masih menggunakan peralatan manual.
Petugas memperkirakan tanaman jagung tersebut akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang. Hingga saat ini, kondisi tanaman terpantau tumbuh cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.
Kapolsek Banjang melalui anggotanya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring rutin dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan swasembada jagung yang dicanangkan pemerintah.
“Melalui pendampingan dan monitoring secara berkala, diharapkan hasil produksi jagung dapat optimal sehingga mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Program pembinaan lahan jagung tersebut menjadi salah satu wujud sinergi Polri dengan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang perekonomian daerah.
Sumber: IPN/Polres HSU
Upload: Tim
