![]() |
| Momen foto bersama |
GENDANG TIMBURU- Gema sholawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an memecah kesunyian Desa Gendang Timburu selama lima hari terakhir. Di Masjid Al-Ikhlas, sebanyak 109 anak dari berbagai Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPA) berkumpul, bukan sekadar untuk bermain, melainkan berkompetisi dalam kebaikan.
Gelaran bertajuk Semarak Ramadhan 2026 yang berlangsung pada 7-11 Maret 2026 ini menjadi penanda tahun ketiga komitmen PT Pelsart Tambang Kencana (PTK) dalam merajut harmoni dengan warga di wilayah lingkar tambang.
Program ini dirancang sebagai agenda rutin yang berpindah dari desa ke desa, membawa misi penguatan nilai religi sekaligus menjaga kearifan lokal.
Kompetisi dan Kepedulian
Bukan sekadar seremonial, acara ini mengadu ketangkasan santri cilik dalam lima kategori:
Hafalan surat pendek dan doa sehari-hari. Tadarus Al-Qur’an. Lomba adzan yang menggetarkan syahdu. Lomba kelompok yang menguji kekompakan.
Namun, esensi Ramadhan tak hanya berhenti di panggung lomba. PTK bersama warga menggelar buka puasa bersama secara maraton di empat masjid desa lingkar tambang.
Suasana kekeluargaan kian kental dengan penyaluran santunan bagi 55 anak yatim-piatu dan lansia pra sejahtera, serta bantuan perlengkapan ibadah untuk menunjang aktivitas spiritual warga.
Kepala Desa Gendang Timburu, Yunuari, melihat kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di desanya.
"Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah wadah pembinaan. Kami bermimpi anak-anak yang berprestasi di sini nantinya bisa melangkah lebih jauh ke tingkat kabupaten dalam ajang MTQ," ujarnya optimis.
Senada dengan itu, tokoh agama setempat, Ustadz Muri, menekankan pentingnya menanamkan fondasi karakter sejak dini. Menurutnya, kereligiusan yang dipupuk sejak kecil akan menjadi tameng bagi masyarakat yang harmonis di masa depan.
Bagi PT Pelsart Tambang Kencana, kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan untuk hadir di tengah denyut nadi kehidupan sosial masyarakat.
Septamto Inkiriwang, perwakilan dari PTK, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin sekadar beroperasi, tetapi juga bertumbuh bersama warga.
"Melalui Semarak Ramadhan, kami ingin berkontribusi langsung pada kegiatan keagamaan dan sosial. Ini adalah bagian dari janji kami untuk tetap selaras dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional," tutur Septamto.
Saat lentera Masjid Al-Ikhlas mulai meredup di penghujung acara, semangat yang ditinggalkan justru kian benderang.
Semarak Ramadhan tahun ini bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala, melainkan tentang bagaimana nilai kebersamaan dan kepedulian terus terjaga di tanah lingkar tambang.
Reporter: Jumadil.
