![]() |
| Ketua MUI Kabupaten HSU KH Said Masrawan Lc, MA (dua dari kiri) dalam suatu kegiatan bersama Bupati HSU H Sahrujani dan Ulama HSU |
AMUNTAI – Momen Hari Raya Idul fitri seyogianya menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi. Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) KH. Said Masrawan, Lc., MA. menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kondusivitas, khususnya dari ancaman perpecahan akibat penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terutama ditengah banyaknya isu yang tersebar.
Ketua MUI HSU menegaskan, konflik sosial di masyarakat kerap dipicu oleh informasi yang tidak disaring dengan baik. Banyak perselisihan bermula dari berita yang belum jelas kebenarannya. Ia mengingatkan, dalam ajaran Islam fitnah lebih berbahaya daripada pembunuhan karena dampaknya bisa memecah belah keluarga hingga merusak tatanan sosial secara luas.
Menurutnya Tantangan Derasnya Arus Media Sosial perlu menjadi perhatian dan arus informasi yang masif dan sangat cepat membuat masyarakat kerap menelan berita secara mentah tanpa melalui tahapan verifikasi atau tabayyun.
Ketua MUI HSU juga mengingatkan bahwa isu-isu yang bersinggungan dengan sentimen agama merupakan materi yang paling mudah memicu emosi publik. Informasi yang dikemas dengan narasi keagamaan sangat cepat menyebar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Kemudian ia berharap masyarakat mengedepankan Pendekatan Santun dan Persuasif "Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Apalagi sampai ikut menyebarkan hal-hal yang sifatnya provokatif. Sekarang ini media sosial sangat berpengaruh, jadi kita harus benar-benar bijak menggunakannya. Kalau tidak disaring dengan baik, informasi itu bisa menimbulkan kesalahpahaman bahkan perpecahan.”
Selain kehati-hatian dalam menyerap informasi, pendekatan dalam menjaga ketertiban sosial juga harus dilakukan secara santun dan persuasif. "Maka dari itu, mari kita jaga bersama agar suasana tetap aman dan damai.” pesannya.
Hubungan sosial yang harmonis perlu dirawat dengan prinsip saling menghormati dan mengedepankan kebijaksanaan.
Secara umum, peran tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi serta membimbing warga agar lebih dewasa dalam menyikapi informasi. Tujuannya bermuara pada satu hal: menciptakan kondisi sosial masyarakat Hulu Sungai Utara yang aman, damai, dan kondusif, serta terhindar dari perpecahan akibat kesalahpahaman informasi. (**)
Sumber; IPN/Ril
Upload: Tim
