-->

Diskominfo HSU Live Interaktif Bahas Pemulasaran Jenazah Covid-19




Live interaktif




AMUNTAI -IPN- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyiarkan dialog interaktif bersama Rumah Sakit Umum Daerah Pambalah Batung (PB) Amuntai Sabtu (19/7) tadi. 

Pembahasan tetap mengarah pada pencegahan penyebaran Covid-19 dengan tema pembahasan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RSUD PB Amuntai. Live dialog interaktif dilaksanakan di Gedung 
Media Center Diskominfo HSU.

Dialog interaktif yang dipandu pembawa acara Abdul Rohim ini mendatangkan narasumber seperti Ustadz H Ahmad Nawawi Abdurrauf M.Pd selaku Pembina Rohis RSUD PB.

Hadir juga Kasi Penunjang Non Medik H Akhmad Nizomi SKM. Hadir juga pihak Polres HSU diwakili Ipda Abdurrahman selaku Kasubag Dal Ops serta Fauzan Irwanadi S.Kep Ners dari IPCN RSUD PB.

H Nawawi Abdurrauf mengatakan tugas fungsi dirinya sebagai pembimbing Rohani Islam di RSUD PB Amuntai dilaksanakan terjadwal setiap Senin dan Kamis dalam sepekan.

"Saat ada permintaan dalam kondisi darurat saya siap 24 jam. Seperti ada pasien sakaratul maut kami ditelpon siap untuk datang. Jenazah terpapar Covid-19 juga kita tangani secara khusus. Jadi tetap pada penanganan yang prosedur secara agama," kata Nawawi sapaan akrabnya.

Sementara Akhmad Nizomi Kasi Penunjang Non Medik menjelaskan pelayanan pemulasaran jenazah adalah proses perawatan jenazah mulai persiapan sampai aman untuk dibawa maupun dimakamkan secara prosedur.

"Proses tetap melalui jenazah normal ada proses pemandian, pengkafanan dan di salatkan. Berikutnya tim pemulasaran melaksanakan visum dan proses pelayanan ke lokasi penguburan menggunakan ambulan jenazah," kata pada dialog tersebut menjawab pertanyaan penelpon.

Sementara Ipda Abdurrahman mengatakan fungsi pihaknya pada 
terkait Pemulasaran Covid-19 yakni proses pengawalan sesuai permintaan RSUD PB. "Kami kawal dari rumah sakit sampai proses penguburan selesai. Kami juga dalam mengawal juga menggunakan APD (Alat Pelindung Diri)," sampainya.

Sementara itu, Fauzan Irwandi dari IPCN RSUD PB menjelaskan berdasarkan revisi lima terbaru kriteria pemakan secara Covid diantaranya, kasus suspek di RS yang menunggu hasil swab artinya meskipun hasil swab itu belum keluar tapi sudah di periksa swab proses pemakaman memakai standar Covid.

Kedua pasien sudah terkonfirmasi, artinya Swab sudah positif sudah dilaksanakan pemakaman secara Covid, hasil rapid reaktif pasti melakukan swab.

"Contoh pasien di ruang isolasi meninggal, walaupun belum sempat dilakukan swab tapi saat dia meninggal harus dilakukan swab dulu, jadi sebelum pemakaman di ambil dulu sampelnya baru dilakukan pemulasaran, proses swab saat ini masih menunggu seminggu hingga 14 hari" ungkapnya.

Diketahui dialog interaktif berlangsung dua arah dimana penaya dan narasumber yang didatangkan Dinas Kominfo HSU mampu memberi jawaban yang cukup memuaskan pada warga yang haus akan informasi seputar pemulasaran Jenazah dengan standar Covid-19. (mar)

Tags :

bm
Created by: Infopubliknews

Info Publik News Cepat Tepat Hangat

Post a Comment