-->

Wabup HSU Hadiri Apel Kesiapsiagaan Kahutla di Kota Banjarbaru


Wabup HSU H Husairi Abdi dua dari kanan saat hadir dalam apel kahutla di Kota Banjarbaru.


IPN-Banjarbaru- Wabup Kabupaten HSU Husairi Abdi hadiri Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru Jumat(26/4).

Apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor diikuti oleh peserta Apel dari TNI Polri Se Kalsel, Bupati dan Wakil Bupati se Kalsel, SKPD terkait se Kalsel Seluruh Barisan Pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar), BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD), se Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan  Tahun 2019 dalam Amanatnya mengatakan, kebakaran hutan dan lahan, masih menjadi ancaman bagi lingkungan dan kehidupan di Kalimantan Selatan setiap tahunnya, terlebih di musim panas atau kemarau panjang.

Sehingga, tambah dia, pemerintah bersama seluruh pihak terkait, terus memantapkan sinergitas untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan. "Bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018 adalah 572 bencana alam, hal ini sebagai wujud untuk kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan membangun partisipasi semua pihak"jelasnya".

"Apel siaga ini juga menjadi bagian untuk menyatukan kekuatan, memperkuat koordinasi, membangun komunikasi dan sinergi, agar peran dan fungsi kita masing-masing semakin optimal dalam mencegah dan menangani bencana, khususnya karhutla," katanya.


Dari kiri kadinsos H Rizali Eswansyah, Wabup HSU H Husairi Abdi, camat dan Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi kanan, saat hadir apel kesiapsiagaan kahutla.

Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi saat ditemui awak media Amuntai TV menyampaikan Kabupaten HSU pada Penanganan bencana asap yang ditimbulkan oleh pembakaran hutan dan lahan selama ini sudah cukup efektif, "untuk kebarakan lahan di HSU jumlahnya lumayan banyak akan tetapi hampir semuanya sudah bisa kita tanggulangi bersama seluruh aparat gabungan dari TNI/Polri,BPBD anggota Tagana, TRc dan seluruh jajaran pemadam kebarakan".terangnya".

Sugeng menambahkan BPBD HSU juga masih banyak memiliki kendala untuk penanggulangan karhutla ini, sangat minimnya peralatan pemadaman kebarakan, misalnya pada selang untuk pemadaman api hanya 1.5km, sehingga untuk menjangkau titip api yang lumayan agak jauh tidak bisa kita atasi.

Sugeng menghimbau kepada masyarakat HSU menghadapi musim kemarau jangan sampai melakukan pembakaran hutan dalam rangka membuka lahan perkebunan ataupun lahan pertanian, karena sangat memungkinkan terjadinya kebakaran hutan yang lebih luas.

"Untuk masyarakat HSU jika seandainya ingin membuka lahan untuk membuka perkebunan harus melapor ke BPBD HSU supaya dijaga sama sama agar tidak meluas ke lahan yang tidak direncanakan untuk dibakar"tuturnya.


Sumber : Dikominfo HSU
Editor : Abai

Tags :

bm
Created by: Infopubliknews

Info Publik News Cepat Tepat Hangat

Post a Comment