DP2KB, Generasi Emas Perlu Perhatian Serius Ciptakan SDM Unggul



Foto bersama dalam acara WoriWork Pendampingan Orientasi Penyiapan Generasi Emas bagi Penyuluh KB dan Kader KB



IPN-Amuntai-BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Bekerjasama dengan DPPKB Kabupaten Hulu Sungai Utara gelar Kegiatan Workshop Pendamping Generasi Emas dan Orientasi Penyiapan Generasi Emas bagi Penyuluh dan Kader BKB yang dilaksanakan di Aula Hotel Minosa Resort, Minggu (22/12).

Dengan tema keluarga dan generasi emas Indonesia, kegiatan ini dihadiri oleh Camat se Kabupaten HSU, 10 Kepala Desa Stunting, sebanyak kurang lebih 100 penyuluh dan kader BKB se Kabupaten HSU serta 6 orang Narasumber.

Kabid KSPK BKKBN Provinsi Kalimantan Hj. Mila Rahmawati, M. Si dalam sambutannya menyampaikan Dalam rangka menyiapkan bangkitnya generasi emas Indonesia diperlukan pembangunan pengasuhan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Keberhasilan dalam membangun kualitas pengasuhan dari dalam keluarga akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Seyogyanya pendidikan berkarakter juga perlu diberikan saat anak anak baru masuk dalam lingkungan sekolah. Disinilah peran guru untuk menjadi contoh dan teladan bagi anak didiknya , karena guru merupakan ujung tombak yang berhadapan lansung bagi peserta didiknya "terangnya'.

Kepala DPPKB Kab. HSU Hj. Anisa Rasyidah wahid secara resmi membuka kegiatan Pendamping Generasi Emas dan Orientasi Penyiapan Generasi Emas bagi Penyuluh dan Kader BKB.

Dalam sambutannya Anisa Rasyidah wahid menyampaikan bahwa Generasi Emas adalah generasi masa depan sebagai Sumber Daya Manusia perlu mendapat perhatian serius dalam era globalisasi saat ini karena generasi emas mempunyai peran yang sangat strategis dalam mensukseskan pembanguan nasional.

"Mutu generasi emas akan menjadi modal dasar bagi daya saing bangsa terutama di era masyarakat berpengetahuan", tambahnya.

Anisa menambahkan "Persiapan generasi emas bangsa tidak semata-mata dengan pengasuhan yang tersusun dalam sylabus Pendidikan anak semata, namun lebih dari itu, diperlukan penyesuaian dengan lokasi dimana calon orang tua serta dimana anak akan tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu faktor budaya sangat berperan dalam menanamkan dan mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai, dan menanamkan etos di kalangan masyarakat.

Anisa juga mengajak masyarakat memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak guna mencegah terjadinya kasus stunting di wilayah Kabupaten HSU.
Stunting atau tumbuh kembang yang tidak sesui dengan usia anak salah satunya disebabkan karena kurangnya perhatian masyarakat khususnya ibu hamil terhadap asupan gizi, baik pada saat hamil ataupun 1000 hari pertama kehidupan anak."terangnya" (*)

Sumber : Dikominfo
Editor : Abai

Subscribe to receive free email updates: