Keren,,, HST Punya Pasar Agro Bisnis Bebas Becek


Konferensi Pers bersama dengan Sekda HST H Ahmad Tamzil (tengah) bersama dengan awak media.


IPN - Barabai - Masyarakat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tekah  menikmati satu pasar modern bertema Pasar Agro Bisnis. Bahkan pasar ini mungkin satu-satunya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Namun mewujudkan pasar tersebut, saat ini pemda tengah melakukan penertiban bagi pedagang kaki lima di Pasar Keramat dimana Pasar Agro Bisnis tersebut juga berada.

Sebanyak 432 pedagang baik itu, pedagang sayur, buah dan ikan telah terdata untuk menempati pasar modern oleh dinas perdagangan. Namun padagang kaki lima yang bertambah banyak menjadi kendala pasar modern ini untuk beroperasi maksimal.

Sekda Kabupaten HST H Akhmad Tamzil, dalam konferensi pers terkait pernetiban PKL di pasar keramat menyampaikan tujuan pembanguan pasar agro ini tidak lepas dari visi dan musi bupati dalam memajukan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.
"Investasi sekitar Rp 50 miliar. Dan bangunan sudah rampung dan ditempati oleh pedagang. Mudahan hadirnya pasar ini. Kesan kumuh bebas becek yang terbangun bisa hilang," kata Sekda di sela-sela kegiatan Rabu (7/11).

Dan besok pemda akan melakukan penertiban dan kami berkewajiban mengembalikan mereka (PKL) yang terdaftar di pasar untuk menempati tempart yang telah tersedia. "Kami tidak ingin kumuh, kotor. Kami ingin HST tertib dan bersih," tekan sekda menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan UKM HST H Yusrani, mengatakan bahwa pasar agrobisnis ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah memberikan ruang ke pedagang dan rasa nyaman bagi pedagang.

"Pasar agro bisnis ini yang boleh berdagang hanya ada tiga komuditas. Yang wajib difasilitasi yakni sayur, buah-buahan dan ikan, termasuk warung," katanya.
Hadir dalam kegiatan ini, Asisten II Setda HST H Pandiansyah, Plt Kadis Lingkungan Hidup Perhubungan H Muhammad Yani, perwakilan Satpol PP, Kabag Humas Ramadhan dan Kabag Ekonomi Ihwan Musafa dan awak media HST. (*)


Penulis : Abai
Editor : Abai

Subscribe to receive free email updates: