![]() |
| Foto bersama |
Mamuju – Tim dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di aula Puskesmas Tampa Padang, Kabupaten Mamuju, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan bertema "Peningkatan Kewaspadaan Kejadian Postpartum Blues melalui Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan terkait Skrining Postpartum Blues di Kelurahan Sinyonyoi" ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen yang diketuai Erna Amin, dengan anggota Rizky Dyah Haninggar dan Nurdiana yang juga merupakan narasumber penyuluhan serta mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju. Peserta atau sasaran kegiatan adalah para bidan yang bertugas di Puskesmas Tampa Padang. Puskesmas ini merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi warga Kelurahan Sinyonyoi, yang menjadi mitra dalam kegiatan Pengabmas ini.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tampa Padang, A. Ma’idah Dg. Mawello, SE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. "Kami berterima kasih kepada tim dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju yang telah memilih Puskesmas Tampa Padang sebagai mitra. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh para bidan hari ini sangat penting karena bidan adalah tenaga kesehatan yang paling dekat dengan ibu nifas.
"Kami berharap ilmu ini langsung diterapkan dalam pelayanan sehari-hari," ujarnya.
![]() |
Postpartum blues adalah gangguan suasana hati yang ringan dan sementara pada ibu setelah melahirkan. Gejalanya antara lain sedih, mudah menangis, mudah marah, dan emosi yang labil. Kondisi ini dialami sekitar 50–80 persen ibu yang baru melahirkan dan umumnya membaik dalam dua minggu dengan dukungan yang memadai. Namun, gejala yang berlangsung lebih dari dua minggu atau makin berat perlu dievaluasi lebih lanjut agar tidak berkembang menjadi depresi postpartum.
Kegiatan tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga latihan dan simulasi skrining postpartum blues pada ibu nifas. Dengan cara ini, para bidan dapat langsung mempraktikkan skrining sebagaimana yang akan dilakukan pada pasien postpartum.
Tim Pengabmas, Nurdiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar bidan mampu mengenali tanda postpartum blues sejak dini. "Skrining bukan untuk mendiagnosis, tetapi menjadi langkah awal untuk menentukan dukungan atau rujukan yang dibutuhkan ibu. Kami juga mengajak bidan melibatkan suami dan keluarga, karena dukungan dari orang terdekat sangat berpengaruh bagi kesehatan mental ibu setelah melahirkan," katanya.
Pada akhir kegiatan, tim Pengabmas menyerahkan hibah berupa difuser, aromaterapi, dan poster postpartum blues kepada pihak puskesmas. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Tampa Padang.
Melalui kegiatan ini, tim berharap pengetahuan dan keterampilan bidan dalam mendeteksi postpartum blues semakin baik, sehingga ibu nifas di Kelurahan Sinyonyoi dapat memperoleh pendampingan dan rujukan yang tepat waktu. (**)
Sumber: Rilis/IPM
Penulis: Asri
Upload: Tim

