![]() |
| Kunjungan edukatif mahasiswa Program Studi Diploma Tiga (D3) Sanitasi Poltekkes Kemenkes Mamuju ke Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, Jumat (16/10/2026) |
MAMUJU — Integritas bukan sekadar nilai yang dipelajari di ruang kelas, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan pelayanan kepada masyarakat. Semangat inilah yang melatarbelakangi kunjungan edukatif mahasiswa Program Studi Diploma Tiga (D3) Sanitasi Poltekkes Kemenkes Mamuju ke Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, Jumat (16/10/2026)
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengawasan pelayanan publik sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi, transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab profesional sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai peran dan fungsi Ombudsman dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, mekanisme penyampaian pengaduan masyarakat terhadap dugaan maladministrasi, serta pentingnya memastikan pelayanan yang adil, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
Pembelajaran ini memiliki relevansi penting bagi calon tenaga sanitarian. Sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan lingkungan, sanitarian tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga harus menjunjung tinggi etika, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Integritas menjadi fondasi untuk memastikan pelayanan kesehatan lingkungan berjalan sesuai standar dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat, Fajar Sidiq, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami berharap generasi muda, khususnya di bidang kesehatan lingkungan, dapat menjadi garda terdepan dalam mendorong pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya membangun pelayanan publik yang berintegritas membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa sebagai generasi penerus profesional di berbagai sektor pelayanan.
Dosen pembimbing, Agus Erwin Ashari, SKM, M.Kes., menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya bertujuan memperkaya pengetahuan mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat kesadaran etis dalam menghadapi dunia kerja.
"Kunjungan ini bukan sekadar pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa integritas adalah fondasi utama dalam profesi sanitarian, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan nilai etika yang kuat," ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan kritis mengenai berbagai tantangan penyelenggaraan pelayanan publik di daerah. Melalui dialog tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa pengawasan pelayanan publik bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga memerlukan kesadaran, kepedulian, dan keberanian masyarakat untuk menyampaikan laporan ketika menemukan dugaan penyimpangan.
Bagi mahasiswa D3 Sanitasi Poltekkes Kemenkes Mamuju, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk menghubungkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas penyelenggaraan pelayanan publik. Mereka diharapkan mampu membawa nilai integritas ke dalam praktik profesi, baik saat menjalankan tugas di fasilitas pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan, maupun lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Mamuju menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika profesi.
Dari ruang akademik menuju pengabdian nyata, mahasiswa D3 Sanitasi diharapkan tumbuh menjadi sanitarian yang kompeten, berintegritas, dan berani menjaga kualitas pelayanan kesehatan lingkungan demi kepentingan masyarakat. (**)
Sumber: Rilis/IPM
Penulis: Asri
Upload: Tim
