Belajar Al-Qur’an Tak Harus dengan Soal, Guru SMKN 1 Amuntai Bikin Bola Pengetahuan

 


Arief Budi Firmansyah, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sekaligus pengajar muatan lokal Pendidikan Al-Qur’an di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

AMUNTAI — Mengulang pelajaran dan menjawab soal di akhir bab sudah menjadi hal biasa bagi siswa. Namun, bagaimana jika evaluasi pembelajaran dilakukan sambil bermain, dengan bantuan kelereng dan kode QR?

Gagasan itulah yang dikembangkan Arief Budi Firmansyah, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sekaligus pengajar muatan lokal Pendidikan Al-Qur’an di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Melalui inovasi Bola Pengetahuan Pendidikan Al-Qur’an, Arief mencoba menghadirkan suasana evaluasi yang berbeda. Siswa tidak hanya duduk mengerjakan soal, tetapi diajak mengikuti permainan untuk menguji pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.

Konsepnya sederhana. Sebuah media berbentuk jalur permainan digunakan untuk menggulirkan kelereng. Ketika kelereng mencapai persimpangan atau titik tertentu, siswa memindai kode QR yang tersedia untuk membuka pertanyaan.

Dari sana, proses belajar berlanjut. Siswa membaca pertanyaan, menyampaikan jawaban, lalu menjelaskan pemahamannya kepada guru.

Permainan ini bukan sekadar mencari jawaban yang benar. Siswa juga diajak mengingat kembali materi dan memahami alasan di balik jawaban yang mereka berikan.

Kelereng Berjalan, Pengetahuan Diuji

Arief merancang media tersebut dari pengalamannya mengajar. Pada akhir pembahasan suatu bab, guru biasanya memberikan penilaian sumatif untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi.

Namun, evaluasi yang terus-menerus menggunakan pola serupa berpotensi membuat sebagian siswa jenuh. Karena itu, ia mencoba memadukan permainan dengan kegiatan evaluasi pembelajaran.

Dalam Bola Pengetahuan Pendidikan Al-Qur’an, kelereng menjadi bagian dari mekanisme permainan, sedangkan kode QR menghubungkan siswa dengan pertanyaan sesuai materi yang telah dipelajari.

Pertanyaannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Mulai dari hukum tajwid, kosakata dan makna kata dalam ayat Al-Qur’an, hingga istilah-istilah yang berkaitan dengan pembelajaran Al-Qur’an.

Dengan variasi tersebut, guru dapat menggunakan media ini untuk mengevaluasi pemahaman siswa sekaligus mengajak mereka mengulang materi dengan cara yang lebih interaktif.

Ada Kode QR untuk Memeriksa Jawaban

Hal menarik lainnya, media ini tidak hanya menyediakan akses menuju pertanyaan. Kode QR yang memuat jawaban juga tersedia di bagian belakang media.

Setelah menyampaikan jawaban kepada guru, siswa dapat memindai kode tersebut untuk memeriksa kembali ketepatan jawabannya. Meski begitu, guru tetap berperan memvalidasi jawaban dan memastikan siswa memahami materi yang ditanyakan.

Jika jawaban belum tepat, siswa diarahkan untuk mempelajari kembali bagian materi yang belum dikuasai. Mereka kemudian dapat mencoba lagi hingga memperoleh pemahaman yang lebih baik.

Mekanisme ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mengetahui bagian yang sudah dipahami dan materi yang masih perlu dipelajari. Evaluasi pun tidak semata-mata menjadi kegiatan untuk memperoleh nilai, tetapi juga kesempatan memperbaiki pemahaman.

Bagi guru, jawaban yang disampaikan siswa dapat menjadi bahan untuk menentukan materi mana yang perlu dijelaskan kembali.

Membuat Evaluasi Lebih Menarik

Bola Pengetahuan Pendidikan Al-Qur’an menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Permainan memberi ruang bagi mereka untuk terlibat aktif, sedangkan teknologi kode QR membantu menyediakan akses informasi secara praktis.

Inovasi ini juga menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus hadir melalui perangkat pembelajaran yang rumit. Kode QR dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan media permainan sederhana dengan materi dan kunci jawaban yang dibutuhkan siswa.

Melalui pendekatan tersebut, Arief berharap evaluasi pembelajaran Pendidikan Al-Qur’an menjadi lebih bervariasi dan tidak membosankan. Siswa dapat belajar sambil bermain, sementara guru tetap memiliki kesempatan untuk mengukur pemahaman mereka.

Pada akhirnya, keberhasilan evaluasi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan siswa menjawab pertanyaan, melainkan juga sejauh mana mereka memahami materi yang dipelajari.

Lewat Bola Pengetahuan Pendidikan Al-Qur’an, proses menguji pemahaman itu dikemas dalam permainan sederhana. Kelereng bergerak mengikuti jalurnya, pertanyaan muncul melalui kode QR, dan siswa kembali diajak menyelami materi yang telah dipelajari. (**) 


Sumber: IPN/Ril

Upload: Tim