Notification

×

Iklan

Iklan

Hotspot Karhutla HSU Turun, Wabup Iwan Alabio Tetap Minta Warga Waspada

Friday, September 4, 2026 | 04 September WIB Last Updated 2026-09-04T05:31:35Z

 

Wabup Kabupaten HSU Hero Setiawan atau Iwan Alabio


AMUNTAI –  Di tengah kondisi udara yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Hero Setiawan atau yang akrab disapa Iwan Alabio, turun langsung mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, Kamis (3/9/2026)


Kepedulian tersebut ditunjukkan Wabup Iwan Alabio dengan membagikan masker kepada masyarakat bersama organisasi profesi DPC PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia) Kabupaten HSU.


Pembagian masker dilakukan di salah satu titik paling ramai dan strategis di Kota Amuntai, yakni Bundaran Shalawat, yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.


Wabup Iwan Alabio mengatakan, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, khususnya bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.


“Di tengah kondisi kabut asap seperti ini, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga kesehatan,” ujar Iwan Alabio.


Menurutnya, kondisi karhutla di Kabupaten HSU dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pemantauan titik panas atau hotspot, jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.


Iwan menyebut, sekitar tujuh hari sebelumnya terpantau terdapat 163 titik hotspot, sedangkan pada Kamis, 3 September 2026, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 70 titik hotspot.


“Alhamdulillah, titik hotspot di HSU sudah mulai turun. Sebelumnya ada 163 titik, dan hari ini terpantau sekitar 70 titik hotspot,” ungkapnya.


Pemantauan kondisi karhutla tersebut, lanjut Iwan, tidak hanya dilakukan dengan turun langsung ke lokasi kejadian. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan melalui situs atau web Siaga Karhutla, sehingga kondisi titik panas dapat diketahui dan menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan.


“Artinya titik hotspot di HSU sudah turun. Selain kita melihat langsung ke lokasi karhutla, kita juga melakukan pemantauan melalui web Siaga Karhutla,” jelasnya.


Meski terjadi penurunan titik hotspot, Iwan menegaskan upaya penanganan karhutla tidak boleh berhenti. Para petugas dan tim di lapangan terus bekerja melakukan pemadaman serta mengantisipasi agar api tidak kembali meluas.


“Kawan-kawan petugas terus bekerja di lapangan, berupaya melakukan pemadaman. Kita berharap kondisi ini terus membaik dan titik hotspot semakin berkurang,” katanya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat HSU untuk ikut berperan dalam menghadapi karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih terjadi.


Kegiatan pembagian masker bersama DPC PATELKI HSU menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah dan organisasi profesi kesehatan terhadap masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa penanganan dampak karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi kesehatan warga.


TIM PROKOPIM HSU/IPN

×
Berita Terbaru Update