![]() |
| Meninjau |
AMUNTAI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam mempercepat pembangunan daerah terus ditunjukkan Bupati H. Sahrujani dengan turun langsung ke lapangan.
Tidak hanya duduk di belakang meja menerima laporan dari jajaran perangkat daerah, Bupati H. Sahrujani secara langsung melihat kondisi di lapangan, meninjau kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan berbagai rencana pembangunan yang sedang dipersiapkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten HSU dalam mengawal pembangunan secara menyeluruh, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan sumber air melalui program sumur bor, hingga penanganan persoalan banjir melalui rencana pembuatan dan penataan jalur sungai.
Bagi Bupati H. Sahrujani, pembangunan daerah harus berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan program dan skala prioritas pembangunan.
Fokus pada Infrastruktur Jalan
Salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten HSU adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan.
Jalan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses menuju pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, maupun dalam memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, sejumlah rencana pembangunan dan peningkatan jalan terus dikawal agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas pembangunan daerah.
Dengan melihat langsung kondisi jalan di lapangan, pemerintah dapat mengetahui titik-titik yang membutuhkan penanganan, termasuk akses yang selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat antardesa maupun antarwilayah.
Perjuangkan Program Sumur Bor
Selain pembangunan jalan, Bupati H. Sahrujani juga memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan air melalui program pembangunan sumur bor.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan akses sumber air, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur penyediaan air.
Keseriusan tersebut sebelumnya juga ditunjukkan dengan membawa puluhan kepala desa dari sejumlah kecamatan untuk berkoordinasi langsung dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Sejumlah usulan pembangunan sumur bor dari desa-desa di HSU telah disampaikan untuk mendapatkan dukungan dan tindak lanjut dari pemerintah pusat melalui instansi terkait.
Bupati H. Sahrujani terus mendorong agar usulan-usulan tersebut tidak berhenti pada tahap pengajuan, tetapi dapat dikawal bersama hingga memperoleh tindak lanjut sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
Penanganan Banjir Melalui Jalur Sungai
Persoalan banjir juga menjadi perhatian penting Pemerintah Kabupaten HSU.
Sebagai daerah yang memiliki banyak kawasan rawa dan jaringan sungai, penanganan banjir membutuhkan langkah yang terencana serta melibatkan berbagai pihak.
Karena itu, selain melakukan penanganan terhadap infrastruktur jalan, pemerintah juga mempersiapkan berbagai langkah terkait pengelolaan aliran air, termasuk rencana pembuatan maupun penataan jalur sungai yang diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air dan mengurangi dampak banjir di wilayah yang rawan terdampak.
Rencana tersebut tentunya membutuhkan kajian teknis, koordinasi lintas instansi, serta dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten HSU terus membuka komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait agar berbagai rencana penanganan banjir dapat diwujudkan secara tepat.
Turun Langsung untuk Memastikan Pembangunan
Bupati H. Sahrujani menempatkan peninjauan langsung ke lapangan sebagai bagian penting dalam proses pembangunan.
Dengan melihat kondisi secara langsung, berbagai persoalan yang sebelumnya hanya diketahui melalui laporan dapat dipahami secara lebih nyata. Kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, akses menuju lokasi, hingga kendala teknis dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum sebuah pembangunan dilaksanakan.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan pemerintah untuk menentukan prioritas pembangunan berdasarkan tingkat kebutuhan dan manfaat yang akan dirasakan masyarakat.
Pembangunan jalan, sumur bor dan penanganan jalur sungai bukanlah program yang berdiri sendiri. Ketiganya memiliki keterkaitan dengan peningkatan pelayanan dasar, penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, konektivitas antarwilayah serta upaya meningkatkan ketahanan daerah menghadapi persoalan banjir dan keterbatasan sumber air.
Bupati H. Sahrujani pun terus mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten HSU agar bekerja secara cepat, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan terus turun ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten HSU berupaya memastikan setiap peluang pembangunan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan HSU tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir langsung melihat persoalan, mencari solusi, memperjuangkan dukungan anggaran dan program, serta mengawal prosesnya agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Hulu Sungai Utara.
“Pembangunan harus melihat kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, kita terus turun ke lapangan, melihat kondisi dan mencari solusi bersama agar pembangunan di HSU benar-benar memberikan manfaat,” demikian semangat yang terus dikedepankan dalam pengawalan pembangunan daerah. (**)
Sumber: Prokopim/IPN
Upload: Tim
