Notification

×

Iklan

Iklan

Pantai Gedambaan Jadi Ruang Belajar Calon Pemandu Wisata Kotabaru

Monday, August 31, 2026 | 31 August WIB Last Updated 2026-08-31T01:32:18Z

 

Momen bersama penggiat wisata Kotabaru

KOTABARUPantai Gedambaan, Kabupaten Kotabaru, menjadi ruang belajar bagi 50 peserta yang dipersiapkan menjadi pemandu wisata lokal. Mereka berasal dari pengelola objek wisata, frontliner Tourism Information Center (TIC), pemandu wisata lokal, hingga Duta Wisata Kotabaru.


Pelatihan yang digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, itu tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan mengenai teknik memandu wisatawan. Peserta juga diajak memahami bahwa seorang pemandu wisata merupakan bagian penting dari wajah destinasi.


Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru, Hendra, mengatakan keberadaan local tour guide menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.


Menurut dia, potensi wisata Kotabaru cukup beragam. Mulai dari wisata bahari, budaya, hingga destinasi yang berada di kawasan pedesaan. Potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjelaskan daya tarik daerah kepada wisatawan secara baik.


“Jadi bukan hanya bisa mengantar wisatawan, tetapi bagaimana seorang guide mampu memberikan informasi, membangun komunikasi, dan memberikan pengalaman yang baik kepada wisatawan,” kata Hendra.


Ia mengatakan seorang pemandu wisata juga memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan citra Kotabaru. Interaksi pertama wisatawan dengan masyarakat lokal, kata dia, sering kali terjadi melalui pemandu.


Karena itu, kemampuan komunikasi, penguasaan informasi destinasi, sikap pelayanan, serta pemahaman terhadap karakter wisatawan menjadi bagian yang perlu terus dikembangkan.


Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber. Rio Candra, seorang local tour guide sekaligus travel content creator, membawakan materi bertajuk “Dari Hobi Menjadi Profesi”.


Sementara Wisnu Arimbawa, praktisi pemasaran pariwisata dari Bali, memberikan materi “Professional Tour Guide, The Destination’s Ambassador”.


Kedua materi tersebut diarahkan untuk membuka perspektif peserta bahwa profesi pemandu wisata tidak berhenti pada kemampuan menjelaskan objek wisata.


Seorang guide dituntut mampu menjadi komunikator sekaligus representasi destinasi. Cara berbicara, memahami kebutuhan wisatawan, hingga kemampuan menciptakan kesan selama perjalanan ikut menentukan pengalaman wisatawan.


Peserta juga tidak hanya duduk menerima materi. Mereka mengikuti praktik role play sebagai local tour guide. Dalam simulasi itu, peserta mencoba mempraktikkan cara menerima, mengarahkan, serta menjelaskan sebuah destinasi kepada wisatawan.


Hendra mengatakan praktik tersebut penting karena kemampuan seorang pemandu tidak cukup dibangun melalui teori.


“Makanya kita tidak hanya memberikan materi. Peserta juga langsung praktik. Dari situ bisa terlihat bagaimana mereka berkomunikasi, menyampaikan informasi, dan menghadapi wisatawan,” ujarnya.


Ia berharap workshop tersebut menjadi bagian dari proses membangun ekosistem pariwisata Kotabaru yang lebih profesional.


Menurut Hendra, semakin banyak pemandu wisata lokal yang memiliki kompetensi, semakin besar pula peluang wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan ketika berkunjung ke Kotabaru.


“Harapannya nanti semakin banyak local tour guide yang siap. Mereka bisa membawa nama Kotabaru, bukan hanya kepada wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan nusantara dan mancanegara,” katanya.


Pelatihan di Pantai Gedambaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai pembangunan destinasi dan promosi. Kesiapan orang-orang yang berada di garis depan pelayanan wisata juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.


Dengan potensi wisata yang terus dikembangkan, Kotabaru membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjembatani destinasi dengan wisatawan. Pemandu lokal menjadi salah satu ujung tombak dalam proses tersebut. 


Reporter: Jumadil.

×
Berita Terbaru Update