![]() |
| Penguatan sektor wisata daerah |
KOTABARU — Langkah Pemerintah Kabupaten Kotabaru memosisikan daerahnya sebagai magnet baru pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) kian agresif.
Komitmen ini ditegaskan saat Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menjamu Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), Marsma TNI Wahyu Anggono, dalam acara ramah tamah di Panggung Apung Siring Laut, Selasa malam, 23 Juni 2026.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni. Jamuan ini menjadi pembuka dari dua hajatan dirgantara skala besar: International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2nd Series 2026 dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gantole Seri 1.
Bagi Pemkab Kotabaru, kehadiran petinggi otoritas olahraga dirgantara nasional ini merupakan validasi sekaligus momentum penting untuk menguji kelayakan infrastruktur udara yang mereka bangun di Bumi Saijaan.
"Kehadiran PB FASI menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mengembangkan aerosport dan pariwisata olahraga di daerah ini," ujar Syairi Mukhlis.
Kotabaru memang diuntungkan secara geografis. Kabupaten ini memiliki bentang alam yang memenuhi syarat teknis olahraga udara mulai dari konsistensi kecepatan angin hingga lanskap perbukitan yang berbatasan langsung dengan garis pantai.
Potensi alam ini dinilai klop dengan rekam jejak prestasi lokal; pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Selatan sebelumnya, atlet dirgantara Kotabaru berhasil memborong lima medali emas.
Melalui catatan tertulisnya, Bupati Kotabaru Muh Rusli menekankan bahwa target akhir dari investasi fasilitas dirgantara ini adalah pembinaan jangka panjang atlet muda agar mampu menembus level internasional.
Di sisi lain, pemda juga mengincar efek domino ekonomi (multiplier effect) bagi warga lokal melalui perputaran sektor wisata selama gelaran internasional berlangsung.
Acara yang berlangsung di ikon wisata Siring Laut itu dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala SKPD, serta perwakilan perbankan, dan diakhiri dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol kemitraan strategis antara regulator olahraga udara nasional dan pemerintah daerah.
Reporter: Jumadil.
