![]() |
| Ikut tertawa |
DANAU PANGGANG – Gelak tawa jamaah beberapa kali pecah di sela-sela tausiyah yang disampaikan KH. Fakhruddin Nur atau Guru Tungkal dalam Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Sirajul Ummah, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (12/6/2026).
Dengan gaya ceramah yang khas, santai, dan penuh humor, Guru Tungkal berhasil menciptakan suasana hangat sekaligus khidmat di hadapan ribuan jamaah yang memadati area masjid. Meski diselingi candaan yang mengundang tawa, pesan-pesan yang disampaikan tetap sarat makna dan menyentuh kehidupan umat.
Dalam tausiyahnya, Guru Tungkal mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat keimanan. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, melainkan perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
"Hijrah yang paling penting adalah hijrah hati dan perilaku. Dari yang kurang baik menjadi lebih baik, dari yang lalai menjadi lebih taat, serta dari yang mudah terpecah menjadi umat yang bersatu," pesannya.
Kegiatan tabligh akbar tersebut turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrjani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dr. H. Supian HK, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara H. Fadilah, S.M., Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., unsur Forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Dalam sambutannya, Bupati H. Sahrjani mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, semangat Tahun Baru Islam hendaknya menjadi penguat kebersamaan dan motivasi untuk terus membangun daerah yang religius, aman, dan sejahtera.
Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan hingga akhir acara. Jamaah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh khusyuk, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiyah, hingga doa bersama.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi terwujudnya kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.
TIM PROKOPIM HSU/IPN
