![]() |
| Foto bersama |
KOTABARU- Bagi sebagian orang, kesuksesan mungkin dikira sebagai hadiah instan yang datang dalam semalam. Namun, bagi 30 pemuda asal Kabupaten Kotabaru, sukses adalah sebuah jemputan bola.
Langkah awal jemputan itu dimulai hari ini, Rabu (10/6/2026), saat mereka melangkah masuk ke dalam bus yang akan membawa mereka menuju Kabupaten Tanah Bumbu.
Selama dua hari kedepan, 10–11 Juni 2026, riuh rendah ruang pelatihan akan menjadi saksi perjuangan mereka.
Bukan sekadar jalan-jalan, para pemuda terpilih ini mengemban misi besar, menyerap ilmu dalam ajang Peningkatan Manajemen Kepemimpinan bagi Pemuda dan Peningkatan Digitalisasi Pemasaran bagi Wirausaha Muda Kalimantan Selatan.
Ajang bergengsi yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini mempertemukan talenta-talenta muda dari tiga wilayah, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.
Suasana pelepasan di halaman Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru pagi itu terasa hangat sekaligus penuh optimisme.
Kepala Disparpora Kotabaru, Kamiruddin, didampingi Sekretaris Hj Evi Yusnita, melepas langsung para peserta.
Hadir pula memberikan dukungan moral, perwakilan KNPI Provinsi Kalsel Rian Chandra dan Ketua Gekrafs Kotabaru Akhmad Basri.
Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kotabaru, Ida Trisusanti, merincikan bahwa 30 pemuda yang berangkat ini bukanlah wajah baru, melainkan mereka yang telah lolos kurasi dari program pembinaan sebelumnya.
“Sebanyak 15 peserta berasal dari pelatihan kepemimpinan dan 15 peserta lainnya dari pelatihan wirausaha muda,” jelas Ida.
Kolaborasi dua aspek ini sengaja dirancang agar kelak lahir generasi muda yang tidak hanya pandai mengelola organisasi, tetapi juga tangguh dalam membaca peluang pasar digital.
Di hadapan para peserta, Kamiruddin memberikan wejangan yang membakar semangat. Ia menegaskan bahwa keberangkatan mereka bukanlah agenda seremonial pelengkap anggaran, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk karakter.
Kamiruddin sempat membagikan kisah-kisah tokoh sukses dunia yang merangkak dari bawah, mengingatkan para pemuda bahwa keringat dan ketekunan adalah mata uang utama dalam perjuangan.
“Semangat dan kesungguhan adalah tahap awal menuju keberhasilan,” tegas Kamiruddin
"Tunjukkan kepada masyarakat bahwa generasi muda bukan hanya bergantung kepada orang tua, tetapi mampu membantu membangun perekonomian keluarga dan mengembangkan diri,” tegasnya.
Selain dijejali materi kepemimpinan dan strategi perang di pasar digital, para peserta juga akan dibekali informasi krusial yang kerap menjadi batu sandungan wirausaha pemula, akses permodalan usaha.
Sinergi antara pemerintah dan lini kreatif ini mendapat acungan jempol dari Ketua Gekrafs Kotabaru, Akhmad Basri.
Baginya, pelatihan lintas kabupaten ini adalah momentum penting bagi pemuda Kotabaru untuk unjuk gigi dan memperluas jaringan (networking).
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku. Potensi generasi muda Kotabaru sangat besar dan perlu terus didorong agar mampu bersaing serta menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi daerah,” ujar Basri optimistis.
Ketika bus mulai bergerak meninggalkan Kotabaru, ada harapan besar yang dititipkan di pundak 30 pemuda tersebut.
Mereka pulang nanti tidak boleh sama lagi dengan saat mereka pergi. Mereka diharapkan pulang sebagai pionir yang siap menggerakkan roda ekonomi daerah, melek teknologi, dan siap memimpin masa depan Kalimantan Selatan.
Repoter: Jumadil.
