![]() |
| Surga tersembunyi Pariwisata Laut Kabupaten Kotabaru |
KOTABARU – Hukum besi pariwisata selalu berkelindan antara keindahan alam dan kemudahan akses. Sayangnya, premis tersebut belum sepenuhnya berjalan mulus di Pantai Risalo, destinasi wisata bahari potensial yang terletak di sebelah barat Kabupaten Kotabaru, Minggu (24/5/26).
Meski popularitasnya terus melonjak tajam di media sosial berkat keindahan terumbu karang dan wisata mangrovenya, kenyamanan wisatawan di Pantai Risalo saat ini masih membentur dinding keterbatasan fasilitas penunjang yang dinilai jauh dari kata memadai.
Ketua Pokdarwis Pantai Risalo, Ilham, tidak menampik realitas tersebut. Ia mengakui bahwa tingginya animo kunjungan wisatawan belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dasar di lokasi wisata.
Masalah ini ditengarai bisa menjadi batu sandungan bagi pengembangan destinasi jika tidak segera diatasi.
"Kami menyadari betul ada beberapa poin krusial yang harus segera dibenahi demi kenyamanan pengunjung. Yang paling utama adalah akses jalan menuju lokasi yang memerlukan perbaikan menyeluruh," ungkap Ilham.
Pantauan di lapangan menunjukkan, selain persoalan jalan yang masih memprihatinkan, fasilitas sanitasi seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di kawasan pantai masih sangat minim.
Ketiadaan tempat ibadah yang representatif juga sering dikeluhkan oleh pelancong yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di sana.
Tidak kalah darurat, masalah pengelolaan sampah dan rendahnya voltase listrik di kawasan pesisir tersebut kerap menghambat operasional fasilitas wisata penunjang.
Jika dibiarkan tanpa intervensi, minimnya voltase listrik dan ketiadaan sarana dasar ini dikhawatirkan akan menurunkan minat wisatawan untuk datang kembali (return visit).
Pantai Risalo memiliki modal alam yang sangat mewah, namun tanpa adanya cetak biru perbaikan infrastruktur yang konkret, permata di Teluk Jagung ini terancam gagal bersaing dengan destinasi wisata regional lainnya.
Repoter: Jumadil.
Upload: Tim
