Notification

×

Iklan

Iklan

Smes Salto dan Air Mata Perak, Perjuangan Heroik Takraw Putri Kotabaru di Popda Kalsel 2026

Monday, May 25, 2026 | 25 May WIB Last Updated 2026-05-25T14:58:03Z


Prestasi atlet Kotabaru


BANJARMASIN – Gemuruh sorak-sorai penonton mendadak pecah di Lapangan Upik Futsal Banjarmasin, Sabtu (23/5) sore. 


Di tengah lapangan, seorang pesepak takraw putri Kotabaru melayang di udara, membalikkan badannya demi sebuah smes salto yang epik. Bola meluncur, tak terlalu keras, namun cukup cerdik untuk mengecoh lawan dan berbuah poin manis.


Itulah salah satu potret dari drama tensi tinggi yang tersaji dalam partai final sepak takraw putri Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalsel 2026.


Sore itu, laga perebutan medali emas antara tim Kotabaru melawan Hulu Sungai Selatan (HSS) bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan panggung pembuktian mentalitas para atlet muda.


Sejak peluit babak pertama ditiup, atmosfer lapangan langsung memanas. Pasukan Anak Pesisir dari Kotabaru yang mengenakan jersey hijau langsung menggebrak. 


Dengan kombinasi umpan akurat dan serangan tajam, mereka berhasil mencuri panggung lebih dulu dan mengamankan kemenangan di set pertama. Sorak kemenangan sempat membubung tinggi di kubu Kotabaru.


Namun, takdir berkata lain. Tim HSS yang berjersey putih enggan menyerah begitu saja di bawah tekanan. Memasuki set kedua, tim asal Bumi Antaludin ini bangkit, menata ulang pertahanan, dan sukses menyamakan kedudukan. Skor 1-1 memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu.


Di set ketiga, ketegangan mencapai puncaknya. Setiap jengkal tanah di lapangan menjadi saksi bisu kejar-mengejar angka yang begitu ketat. 


Keringat bercucuran, dan nafas para atlet mulai memburu. Kotabaru terus memberikan perlawanan luar biasa demi menjaga asa juara.


Sayangnya, dalam olahraga, keberuntungan kerap berpihak pada mereka yang mampu menjaga ketenangan di detik-detik akhir. 


Di poin-poin kritis, tim HSS tampil lebih tenang, mengunci set ketiga, dan memastikan kemenangan dramatis dengan skor akhir 1-2. Mimpi emas Kotabaru harus kandas di depan mata.


Meski demikian, tidak ada alasan untuk tertunduk lesu. Raihan posisi runner-up ini tetap disambut dengan pelukan hangat dan suka cita oleh kubu Kotabaru. 


Kepala mereka tetap tegak, membawa pulang medali perak dengan rasa bangga yang membubung.


Ketua Kontingen Kotabaru, Shadiqul Amin, tidak dapat menyembunyikan rasa emosional dan bangganya atas perjuangan keras yang ditunjukkan anak-anak asuhnya di atas lapangan hijau. 


Bagi Shadiq, raihan ini adalah sebuah pencapaian yang patut disyukuri karena telah melunasi janji awal mereka.


“Alhamdulillah, target kami untuk sepak takraw putri memang medali perak, dan hari ini berhasil kita capai. Walaupun belum bisa juara satu, perjuangan anak-anak di lapangan sangat luar biasa,” ungkap Shadiq dengan nada haru.

×
Berita Terbaru Update