Notification

×

Iklan

Iklan

Menimba Ilmu di Rimbun Meranti, Studi Banding Pokdarwis Riam Bajandik ke Kotabaru

Thursday, April 9, 2026 | 09 April WIB Last Updated 2026-04-16T11:50:24Z

 

Potensi wisata


KOTABARU- Sebanyak 2.055 tegakan pohon meranti putih yang berdiri kokoh di perbukitan Kotabaru menjadi saksi bisu pertemuan dua pengelola destinasi wisata banua. 


Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Riam Bajandik dari Hulu Sungai Tengah menyambangi ekosistem Hutan Meranti, Rabu, (8/4/26) guna mendalami seni mengelola wisata berbasis konservasi.


Kunjungan ini bukan sekadar pelesir. Bagi pengelola Riam Bajandik, Hutan Meranti adalah laboratorium hidup. 


Di sana, mereka membedah tata kelola plasma nutfah yang berkelindan dengan kenyamanan pelancong.


Kepala UPT Wisata Disparpora Kotabaru, Dian Lasmono, melalui Kasubag TU Anang Marendra, menyebut pertemuan tersebut sebagai ruang dialektika yang produktif. 


Antara kru lapangan Meranti dan pengelola Riam Bajandik terjadi pertukaran perspektif tentang cara menjaga keaslian alam di tengah desakan industrialisasi pariwisata.


"Alam bukan sekadar tempat dikunjungi, tapi ruang untuk belajar dan kembali mengenal diri melalui pelestarian lingkungan," ujar Anang Marendra, Jumat, (10/4/26).


Selain menyusuri rimbun vegetasi, rombongan juga mengamati pola interaksi satwa di habitatnya. 


Aktivitas memberi makan rusa menjadi poin edukasi penting tentang bagaimana perlindungan satwa dapat menjadi nilai tambah bagi daya tarik wisata tanpa harus merusak harmoni ekosistem.


Perjalanan edukatif ini berakhir di Puncak Meranti. Di titik tertinggi tersebut, hamparan lanskap Kotabaru yang terbuka luas menjadi bahan diskusi penutup mengenai strategi pengembangan destinasi yang berdaya saing tinggi namun tetap berkelanjutan.


"Setiap langkah menjadi catatan penting. Berbagi cerita dengan kru lapangan memberikan perspektif baru tentang menjaga keaslian alam yang tetap ramah bagi wisatawan," tambah Anang.


Sinergi lintas daerah ini diharapkan mampu memperkuat jejaring pariwisata di Kalimantan Selatan, memastikan bahwa setiap destinasi di banua tidak tumbuh sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama dalam semangat kolaborasi hijau.



Reporter: Jumadil.

×
Berita Terbaru Update