![]() |
| Meriah kegiatan MTB XCO Bumi Saijaan |
KOTABARU- Sinar matahari Minggu siang, 26 April 2026, memantul di permukaan laut yang tenang di sekitar Pantai Gedambaan, Kotabaru.
Namun, beberapa puluhan meter dari bibir pantai, suasana jauh dari kata tenang. Deru napas yang memburu dan bunyi gesekan ban pacul dengan tanah kering menjadi musik latar di Sirkuit Gedambaan Bike Park.
Di sana, di tengah debu yang beterbangan usai ratusan goweser melibas trek teknis MTB XCO Kotabaru Hebat 2026, berdiri Kamirudin. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Kotabaru itu tampak mengamati setiap lekuk sirkuit dengan tatapan tajam, namun puas.
Bagi Kamirudin, event ini bukan sekadar urusan siapa yang paling cepat menyentuh garis finis, melainkan tentang bagaimana menjual eksotisme Kotabaru lewat keringat dan adrenalin.
"Kita tidak hanya bicara medali. Kita sedang bicara tentang masa depan pariwisata yang bergerak," ujar Kamirudin.
Angka-angka yang masuk ke meja panitia memang cukup menggembirakan. Sebanyak 18 peserta bertarung di kelas Men Student lokal, sementara 23 remaja lainnya saling sikut di kategori U-17.
Namun yang membuat Kamirudin sumringah adalah kategori Women Open dan Team Relay. Di sana, peserta datang jauh-jauh dari Amuntai, Kandangan, Balikpapan, hingga Marabahan.
“Ketika orang dari Kalimantan Timur atau Kalimantan Tengah rela menyeberang ke Pulau Laut hanya untuk bersepeda, itu artinya daya tarik kita berhasil. Ini adalah sport tourism dalam bentuknya yang paling murni,” tambah Kamirudin.
Baginya, kehadiran peserta dari luar daerah adalah bukti bahwa narasi wisata Kotabaru mulai bergeser. Kotabaru tak lagi hanya tentang pesona bawah laut atau pantai putihnya, tapi juga tentang tantangan alam yang bisa dikonversi menjadi prestasi olahraga.
Kamirudin sadar betul bahwa tanggung jawab dinas yang dipimpinnya mencakup dua sisi mata uang: Pariwisata dan Pemuda Olahraga.
Di lintasan Gedambaan, ia melihat keduanya bertemu. Kategori lokal Women Student yang diikuti 6 peserta muda menjadi sorotan tersendiri baginya.
“Membangun atlet itu seperti merawat pohon. Kita sediakan lahannya, yakni sirkuit ini, lalu kita beri pupuk berupa kompetisi reguler. Saya ingin suatu saat nanti, ada anak Kotabaru yang podium di level nasional, dan mereka lahir dari tanah Gedambaan ini,” katanya diplomatis.
Sepanjang acara, Kamirudin tampak sibuk berdiskusi dengan para mekanik dan ofisial tim. Ia menyerap masukan tentang teknis sirkuit. Ia ingin Gedambaan Bike Park menjadi standar baru bagi sirkuit MTB di Kalimantan Selatan.
Meski acara resmi ditutup oleh sambutan Bupati yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan, H Minggu Basuki, semangat Kamirudin tidak surut.
Ia sudah membayangkan kalender tahun depan. Baginya, MTB XCO Kotabaru Hebat 2026 adalah purwarupa.
Ia memimpikan kemasan yang lebih kolosal, melibatkan lebih banyak perangkat daerah, dan tentu saja, mengundang lebih banyak pasang mata untuk datang.
“Kami ingin setiap genjotan pedal di sini bercerita tentang keindahan Kotabaru. Kepada para pemenang, selamat. Kepada yang belum juara, sirkuit ini selalu terbuka untuk tempat kalian berlatih kembali,” tutupnya sambil menyalami satu per satu atlet yang melintas.
Saat sore mulai meredup dan peserta mulai berkemas pulang, Kamirudin masih berdiri di sana. Di matanya, Gedambaan bukan lagi sekadar taman bermain sepeda, melainkan pintu gerbang menuju kejayaan olahraga dan pariwisata yang ia impikan untuk "Bumi Sa-Ijaan".
Reporter: Jumadil.
