Notification

×

Iklan

Iklan

Menempa Bakat dalam Nuansa Religi, Begini Penutupan Rangkaian Pesona Gebyar Ramadan 2026 Kotabaru

Thursday, March 19, 2026 | 19 March WIB Last Updated 2026-03-19T02:50:04Z

 

Sambutan


KOTABARU – Gema selawat dan riuh tepuk tangan menandai berakhirnya perhelatan akbar Pesona Gebyar Ramadan 2026 di Kabupaten Kotabaru


Acara yang berlangsung meriah selama tiga hari, mulai dari Jumat, 13 Maret hingga Minggu, 15 Maret 2026, resmi ditutup dalam sebuah seremoni hangat yang penuh makna.


Digagas oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru, kegiatan ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghidupkan suasana bulan suci Ramadan dengan keseimbangan antara nilai religius dan kreativitas. 


Panggung acara menjadi saksi bisu betapa antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, dalam merayakan bulan penuh berkah ini dengan cara yang produktif dan inspiratif.


"Kegiatan ini lahir dari komitmen kami untuk memberikan ruang yang positif bagi masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci," ujar perwakilan panitia penyelenggara. 


"Kami ingin Ramadan tidak hanya dirayakan dengan ibadah di masjid, tetapi juga melalui ekspresi seni dan kreativitas yang tetap mengakar pada nilai-nilai keislaman."


Selama tiga hari pelaksanaannya, lapangan utama tempat acara berlangsung disulap menjadi pusat energi kreatif. 


Beragam perlombaan digelar, mengundang partisipasi dari berbagai jenjang usia, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga kategori umum.


Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah Lomba Fashion Busana Muslim


Di bawah sorot lampu panggung, para peserta menampilkan kreativitas mereka dalam memadukan keanggunan busana muslim dengan tren mode terkini, menunjukkan bahwa kesantunan dan gaya bisa berjalan beriringan. 


Tidak kalah meriah, Lomba Tari Rudat juga menjadi tontonan yang memukau. Dengan gerakan gemulai namun sarat makna, tarian tradisional bernuansa Islam ini berhasil memukau juri dan penonton, membawa mereka dalam perjalanan sejarah dan budaya yang kental.


Puncak acara penutupan pada hari Minggu terasa istimewa dengan kehadiran Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotabaru, Bapak Sonny Tua Halomoan, ST., ME. 


Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, beliau secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Pesona Gebyar Ramadan 2026. Momen ini juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang telah berkompetisi dengan penuh sportivitas.


Dalam sambutannya yang penuh hangat dan apresiasi, Bapak Sonny Tua Halomoan memberikan penghormatan tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat, khususnya para peserta yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. 


"Kami mengapresiasi para peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh dedikasi. Kehadiran kalian di sini adalah bukti nyata dari semangat untuk terus belajar dan berkarya," tuturnya.


Kepada para pemenang yang berhasil meraih prestasi, beliau menyampaikan ucapan selamat yang tulus, berharap kesuksesan ini menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar di masa depan. "Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan. Jadikan ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh," pesan beliau.


Namun, pesan paling mendalam justru disampaikan kepada para peserta yang belum berhasil meraih juara. Dengan penuh kearifan, beliau menegaskan bahwa kemenangan sesungguhnya bukan hanya terletak pada piala dan piagam. 


"Bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Partisipasi dan pengalaman merupakan hal yang sangat berharga," ujar beliau, memberikan semangat yang menyejukkan hati. 


“Kalian adalah juara di mata kami karena telah berani tampil dan berkompetisi dengan jujur."


Lebih jauh, Bapak Sonny Tua Halomoan menyampaikan harapan besarnya agar Pesona Gebyar Ramadan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi sebuah tradisi yang terus menguat dari tahun ke tahun. 


Beliau meyakini bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat syiar Islam, sekaligus menjadi wadah yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Kotabaru.


"Generasi muda adalah aset masa depan kita," jelas beliau. "Melalui kegiatan seperti ini, kita memberikan mereka ruang untuk bereksplorasi, belajar, dan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, berprestasi, dan tetap teguh memegang nilai-nilai agama. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin solid ke depannya."


Seiring dengan meredupnya lampu panggung dan berakhirnya alunan selawat di udara, gema kesuksesan Pesona Gebyar Ramadan 2026 masih terasa kuat di hati setiap peserta dan penonton. 


Harapan besar tersemat di balik berakhirnya kegiatan ini, semoga semangat kebersamaan yang telah terjalin, api kreativitas yang telah menyala, dan nilai-nilai religius yang telah tertanam dalam setiap sudut acara dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru.


Pesona Gebyar Ramadan 2026 bukan sekadar tentang lomba dan juara, melainkan tentang bagaimana kita merayakan bulan suci dengan penuh warna, kedamaian, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Sampai jumpa di Pesona Gebyar Ramadan tahun depan, dengan semangat yang lebih membara dan kreativitas yang tiada batas.


Repoter: Jumadil.

×
Berita Terbaru Update