Potensi dan Keistimewaan itik Alabio Membuat ULM Studi ke Kabupaten HSU





AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara yang terletak berada di sebelah utara dari kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki unggas plasma nutfah jenis itik Alabio yang sudah menasional.

Terkait sumber daya peternakan itik tersebut, membuat Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan studi dan praktek lapangan di Kecamatan Sungai Pandan (Alabio) tepatnya di Kelompok Cinta Bertani Desa Rantau Karau Hulu sebagai sentra tetas.

Dan penetasan itik Alabio di Desa Mamar Amuntai Selatan. Sebanyak mahasiswa dari kampus kuning tersebut belajar di HSU selama dua hari.

Studi dimulai sejak Senin 23 - 24 Desember 2019 hari ini. Puluhan mahasiswa dan mahasiswi tersebut mengaplikasikan mata kuliah Ilmu Penetasan Unggas dan Ilmu Produksi itik Alabio. Guru besar ULM Fakultas Pertanian Prof Aberani Sulaiman dan Purwanto S.pt. turut hadir mendampingi mahasiswa ke Kabupaten HSU.

Rombongan ini diterima langsung oleh Pemerintah Kabupaten HSU dalam hal ini Dinas Pertanian dimana Kabid Produksi Peternakan Akhmad Rijani S.Pt.

"Alhamdulillah kami senang dikunjungi. Dan kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kepedulian ULM Banjarmasin dalam mendukung pelestarian dan pengembangan Plasma Nutfah lokal Indonesia khususnya itik Alabio di HSU," sampai Rijali mewakili Plt Kadis Pertanian HSU Ir Yuli Hertawan.



Sementara itu, Prof Aberani Sulaiman sangat terkesan dan salut adanya upaya pembibitan itik Alabio di HSU. Dimana sambungnya sampai saat ini masih eksis dan bertahan menghasilkan anak itik Alabio yang murni.

Bahkan, itik khas HSU ini merupakan plasma Nutfah lokal Indonesia yang mempunyai keunggulan dalam menghasilkan telur dan daging itik. "Ini peluang dan potensi besar bagi daerah ini," sampainya. (*)


Penulis: Del
Editor: Del

Tags :

bm
Created by: Infopubliknews

Info Publik News Cepat Tepat Hangat

Post a Comment