Viral , Video Guru Paruh Baya Dikeroyok Siswa

IPN – Kendal . Sebuah video seorang guru paruh baya dikeroyok siswa di dalam kelas  beredar di media sosial.  Video yang kini menjadi viral tersebut berdurasi 24 detik ini memperlihatkan guru  terlibat saling tendang dengan lima siswa di dalam kelas.

Bahkan, siswa berjaket merah mengangkat kakinya ke arah tubuh guru tersebut. Sementara suara dalam video terdengar riuh siswa lainnya yang tertawa hingga menyoraki.

"Sepatune jupuk jane kae og," ujar lelaki dalam video. (Sepatunya itu tadi diambil seharusnya).


Video yang diunggah di Twitter melalui akun @patrickbernans tersebut mendapatkan banyak komentar dari netizen. Bukan hanya dari netizen, video itu juga turut dikomentari oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo . "Ada yang bisa cerita kenapa bisa terjadi seperti itu? cc @pdkjateng, tolong dicek," balas Ganjar pada video tersebut.

Cuitan dari Ganjar ini sontak mendapatkan banyak tanggapan dari netizen yang mencoba mengklarifikasi kebenaran video tersebut. 



Satu di antaranya balasan dari netizen, @miftahul_niam, yang mengunggah kertas klarifikasi yang diklaim dari pihak sekolah yang bersangkutan.
"Ini pak Gub klarifikasi dr pihak sekolah pak. semoga tdk salah sangka semuanya," tulis akun @miftahul_niam.

Dalam kertas yang tersebut, bertuliskan surat pernyataan yang dikeluarkan oleh SMK NU Kaliwungu,  Kendal. Ada 6 butir keterangan pada surat pernyataan tersebut. Pihak sekolah mengatakan bahwa kejadian itu merupakan guyonan dan tidak ada tindak pemukulan/pengeroyokan pada guru.

Menanggapi balasan dari netizen itu, Ganjar kembali berkomentar dengan meminta nomer telepon dari guru tersebut.




Dikutip dari beberapa sumber , Kepala SMK NU 3 Kaliwungu, Muhaidin menjelaskan  video  tersebut terjadi di ruang kelas 10 Teknik Kendaraan Ringan , Kamis 8 November 2018 pada jam pelajaran Teknik Otomotif dengan guru pengampu Joko Susilo.

“Menjelang akhir pelajaran siswa ramai bercanda dan saling lempar kertas. Salah satu lemparan mengenai guru dan meminta siswa untuk mengaku siapa yang melempar. Para siswa tidak ada yang mengaku, tapi sejumlah siswa malah maju ke depan dan bercanda. Guyonan siswa membuat sang guru bereaksi dan saling tendang,” tuturnya.

Muhaidin mengaku, mendengar kegaduhan di dalam kelas tersebut dan saat dilihat suasana kemudian tenang dan pelajaran dilanjutkan seperti biasa. Setelah kejadian tersebut sang guru dipanggil dan diberi teguran agar tidak sering bercanda. Siswa yang terlibat dalam video tersebut juga sudah dilakukan pembinaan.





Subscribe to receive free email updates: