Lampaui Passing Grade SKD CPNS 2018, Bidan Ini Berbagi Pengalaman

IPN – Tes CPNS. Pada  seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ambang batas nilai minimal atau 'passing grade'  menjadi momok bagi peserta. Badan Kepegawaian Negara sudah menetapkan 'passing grade' atau nilai ambang batas kelulusan SKD, yaitu tes wawasan kebangsaan    (TWK) 75 poin, tes intelegensia umum (TIU) 80 poin dan tes karakteristik pribadi    (TKP) 143 poin.

Hampir mayoritas peserta dipastikan tidak lulus tes akibat kebijakan tersebut.   Hanya sedikit peserta yang mampu sukses meraih nilai melampaui ambang batas seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Dimana setiap peserta diberi 100 soal dengan waktu menjawab hanya 90 menit.


Jika lulus SKD ,  masih ada tahapan lain yang harus dihadapi peserta yaitu seleksi kompetensi bidang (SKB).

Yang berhak mengikuti SKB  pun hanya tiga besar peserta yang meraih nilai melampaui ambang batas dan tertinggi nilai SKD pada masing-masing formasi. Tahapan SKB merupakan paling menentukan siapa yang nantinya dinyatakan lulus menjadi CPNS.

Sementara itu dikutip dari Antara , di Kabupaten Kotawaringin Timur , provinsi Kalteng  salah seorang peserta yang mampu melampaui 'passing grade' di hari pertama tahap SKD adalah Anisa  yang  tercatat sebagai bidan berstatus pegawai kontrak di Rumah Sakit Pratama H Supian Hadi Parenggean.

Dari 95 peserta seleksi sesi pertama, Anisa adalah peserta satu-satunya yang mampu melampaui ambang batas nilai tersebut.

Anisa berpeluang besar melaju ke tahapan berikutnya karena nilai yang diperolehnya pada tahapan SKD ini cukup tinggi. Nilai yang diperoleh Anisa yaitu TWK 95 poin, TIU 95 poin dan TKP 148 poin.

Namun seperti peserta lainnya, Anisa juga mengaku cukup kesulitan saat menjawab soal Matematika. Dia merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menghitung dan menjawab soal Matematika dengan maksimal.

"Saya tidak sempat menghitungnya karena saya menjawabnya terakhir. Seharusnya Matematika lebih dulu. Kalau TKP, asal dijawab kan tetap dapat nilai. Seharusnya menjawab TKP dulu, baru soal yang agak sulit," ujarnya berpendapat.

Bidan yang memilih formasi dengan lokasi tugas yang sama dengan tempatnya bertugas saat ini, mengaku pernah mengikuti seleksi CPNS pada  2014 lalu, namun gagal. Dia tidak patah semangat dan kembali mengadu nasib dalam seleksi tahun ini.

Sebagai persiapan, Anisa berlatih menjawab soal dengan mencari kisi-kisi soal melalui internet. Cara itu ternyata cukup efektif untuk mengasah kemampuan. Bahkan menurut Anisa, kisi-kisi soal latihan yang banyak tersedia di internet, dirasa lebih sulit dibanding soal SKD yang baru saja dijalaninya.

"Jangan terlalu asik dengan soal-soal yang gampang. Lihat waktu, kemudian kembali ke soal yang sulit yang belum dijawab. Saya tadi keasyikan soal yang gampang, pas hendak kembali sudah kehabisan waktu," bidan cantik ini memberi kiat.

Perempuan lulusan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Kotawaringin Timur tahun 2013 itu mengaku senang dengan capaian saat ini, namun dia tidak ingin lupa diri. Dia berharap menjadi peserta yang berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu SKB.

Lebih jauh Anisa berharap seleksi CPNS tahun ini menjadi keberuntungannya. Dia berharap lulus menjadi CPNS dan mengabdi di RSP Supian Hadi Parenggean tempat dia bertugas saat ini.


Subscribe to receive free email updates: