DP2KB Gelar Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai Kearifan Lokal



Tampil



IPN - AMUNTAI - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten HSU gelar Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai dengan kearifan lokal Tahun 2018 dengan tema "Beapik Palihara Anak Dengan Kapas" (Kota Amuntai Perangi Stunting) yang berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 30 November 2018 mendatang.

Acara Sosialisasi Penyiapan Generasi emas ini diisi dengan lomba seperti lomba yel-yel, pentas seni dan juga lomba penyuluhan dari peserta kader 10 desa Stunting yang Bertempat di aula BKD kab. HSU Selasa (27/11), pembukaan ini dihadiri Tim Penggerak PKK Kabupaten, Dandim 1001 Amt, Kapolsek Amuntai Kota, kader BKB 10 desa stunting kab. Hsu, SKPD di kabupaten HSU.

Kabid KS BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Mila Rahmawati M. Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan pilar utama pembangunan. Karena SDM sangat menentukan kemajuan bangsa.







Bangkitnya generasi emas Indonesia diperlukan pembangunan pengasuhan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Keberhasilan dalam membangun kualitas pengasuhan dari dalam keluarga akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Seyogyanya pendidikan berkarakter juga perlu diberikan saat anak anak baru masuk dalam lingkungan sekolah. Disinilah peran guru untuk menjadi contoh dan teladan bagi anak didiknya , karena guru merupakan ujung tombak yang berhadapan lansung bagi peserta didiknya "terangnya'.


Sambutan Bupati HSU yang diwakilkan Kabid KSPK DPPKB HSU Dra Vivi Suprihati Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara, menyambut baik dan terimakasih kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atas terlaksananya kegiatan ajang kreatifitas pengembangan media penyiapan generasi emas melalui kearifan lokal bagi kader dengan tema " Beapik Palihara Anak dengan Kapas".

Wahid menyampaikan Saat Indonesia genap berusia 100 tahun, menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana dan gagasan tentang Generasi Emas 2045. Istilah ini digaungkan tanpa sebab, pasalnya ada satu harta karun yang sejatinya bisa menjadi modal untuk kelangsungan bangsa dan negara ini kedepannya, bernama bonus demografi. Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Mencetak generasi emas merupakan amanah dan perjuangan yang besar, sehingga diperlukan kerjasama dan sinergitas dengan berbagai institusi dan pihak terkait untuk mewujudkannya .
Untuk itu Persiapan generasi emas bangsa tidak semata-mata dengan pengasuhan yang tersusun dalam sylabus Pendidikan anak semata, namun lebih dari itu, diperlukan penyesuaian dengan lokasi dimana calon orang tua serta dimana anak akan tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu faktor budaya sangat berperan dalam menanamkan dan mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai, dan menanamkan etos di kalangan masyarakat, pungkasnya. (*)

Sumber : Dikominfo
Editor : Abai

Subscribe to receive free email updates: