Tekankan Penguatan Potensi Lokal Kabupaten HSU melalui Masterplan IAD 2026–2030


Foto bersama di Mesin Negara Dipa Amuntai

Amuntai -  Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Sahrujani menghadiri kegiatan Penyusunan Masterplan dan Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara yang digelar di Mes Negara Dipa, Amuntai, Kamis (1/10/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana, Ibu Mayang Melani, jajaran SKPD terkait, para camat se-Kabupaten HSU, serta pihak terkait lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati H. Sahrujani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Masterplan dan Rencana Aksi IAD Kabupaten HSU. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan data, gagasan, kepentingan, serta komitmen dalam membangun kawasan secara terpadu dan berkelanjutan.


Bupati menyampaikan, HSU memiliki beragam potensi unggulan yang dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah, seperti ekosistem rawa, perhutanan sosial, perikanan, kerbau rawa, kerajinan purun, pertanian, produk pangan hingga ekowisata.


Namun demikian, berbagai potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, produksi, teknologi, akses pasar, infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor.


“Potensi yang ada di masyarakat tidak boleh berhenti sebagai potensi, tetapi harus benar-benar bangkit menjadi kekuatan ekonomi, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.


Sejalan dengan semangat HSU Bangkit, Bupati menekankan agar Masterplan IAD 2026–2030 terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah, sehingga dapat diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan perangkat daerah maupun pembangunan di tingkat desa.


Ia juga mendorong penguatan KUPS dan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan setiap potensi menjadi rantai nilai ekonomi. Produk perikanan rawa, purun, kerbau rawa, agroforestri, pangan dan kerajinan diharapkan dapat dikembangkan dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, standardisasi, branding, digitalisasi dan perluasan akses pasar.


Selain itu, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendamping dan masyarakat.


“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Semua pihak harus memiliki peran yang jelas agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.


Bupati juga mengingatkan agar pengembangan ekonomi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Menurutnya, kawasan rawa dan hutan tidak hanya menjadi ruang produksi, tetapi juga bagian dari identitas wilayah dan penyangga kehidupan masyarakat HSU.


Ia berharap FGD tersebut menghasilkan masukan yang konkret dan dapat ditindaklanjuti, sehingga Masterplan IAD Kabupaten HSU 2026–2030 tidak hanya baik secara konseptual, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Yang ingin kita bangun adalah sebuah ekosistem pembangunan yang utuh: potensi sumber daya alam, masyarakat yang kuat kelembagaannya, usaha yang berkembang, produk yang bernilai tambah, pasar yang terbuka, investasi dan pembiayaan, peningkatan pendapatan, serta lingkungan yang tetap lestari,” ungkapnya.


Bupati mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pembahasan secara terbuka, konstruktif dan berorientasi pada solusi, dengan menyampaikan data, pengalaman lapangan, kebutuhan masyarakat serta gagasan terbaik yang dapat dikerjakan bersama.


Melalui penyusunan Masterplan IAD 2026–2030 ini, Pemerintah Kabupaten HSU berharap terbangun sinergi dan kesepakatan bersama dalam memperkuat potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan kawasan yang berkelanjutan sejalan dengan semangat HSU Bangkit.


PROKOPIM HSU/IPN