![]() |
| Resmi membuka |
Amuntai — Turnamen Liga Santri Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Tahun 2026 resmi bergulir. Bertempat di Lapangan Pahlawan Amuntai, Bupati HSU H. Sahrujani secara resmi membuka turnamen yang diikuti 19 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten HSU.
Pembukaan ditandai dengan tendangan pertama (kick off) oleh Bupati HSU sebagai tanda dimulainya rangkaian pertandingan Liga Santri Tahun 2026.
Turut hadir Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana, Kepala Disporapar HSU Syaifullah, Kabag Kesra Setda HSU Abd. Rohim, Kabag Prokopim Setda HSU Agus Wahyudi, jajaran Forkopimda, serta para ustaz dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten HSU.
Dalam sambutannya, Bupati HSU H. Sahrujani menyampaikan bahwa Liga Santri tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-10.
Menurutnya, peringatan Hari Santri merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap keberadaan dan kontribusi pondok pesantren yang telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
“Ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah terhadap adanya Hari Santri. Pesantren-pesantren kita sudah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka,” ujar Bupati.
Bupati mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat HSU dalam menghadirkan kompetisi yang dinantikan para santri.
Ia berharap Liga Santri tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan persatuan antarpesantren.
“Semoga Liga Santri ini sukses dan bisa menjadi contoh bahwa di Hulu Sungai Utara ada Liga Santri yang mampu menyatukan pesantren. Tidak ada lagi egosentris maupun ego sektoral,” tegasnya.
Bupati juga berharap penyelenggaraan Liga Santri HSU mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari Kanwil Kementerian Agama maupun Kementerian Agama RI, sehingga HSU dapat menjadi salah satu daerah yang menjadi pelopor penyelenggaraan Liga Santri secara mandiri dan meriah.
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, kedisiplinan dan menjaga emosi selama pertandingan.
“Basingsing langan, basisikutan, sedikit matasisipak batis kawan, tapi jangan sampai ada emosi nang bakalahian,” pesan Bupati.
Ia meyakini para santri mampu menjaga sikap selama pertandingan karena merupakan anak-anak yang taat kepada guru dan aturan agama.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dan para santri dalam menyaksikan pertandingan. Ia berharap Liga Santri ke depan dapat terus berkembang dan diikuti lebih banyak pondok pesantren.
Dari 26 pondok pesantren yang ada di Kabupaten HSU, sebanyak 19 pesantren turut ambil bagian dalam Liga Santri Tahun 2026. Bupati berharap pesantren yang belum berpartisipasi dapat ikut pada penyelenggaraan berikutnya.
“Ke depan mudah-mudahan kita informasikan kepada pesantren yang belum mengirimkan peserta agar tahun depan ikut bertanding. Barangkali tidak berlebihan kalau nanti kita adakan piala bergilir Liga Santri Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ungkapnya.
Bupati kemudian secara resmi membuka Liga Santri Tahun 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dilanjutkan dengan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Pada pertandingan pembuka, Pondok Pesantren Ummul Qura berhadapan dengan Pondok Pesantren Nurul Muttaqien.
Liga Santri HSU 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah antarpesantren, membangun sportivitas, serta melahirkan generasi santri yang disiplin, kompak dan berprestasi.
PROKOPIM HSU/IPN
