Pemkab Gandeng ULM Kembangkan Smart Pest Controller Berbasis IoT dan Panel Surya


Zoom meeting


Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus berkomitmen mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus melindungi tanaman padi dari ancaman serangan hama.


Sebagai langkah nyata, atas izin dan arahan Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, Wakil Bupati Hulu Sungai Utara Iwan Alabio mengikuti paparan secara virtual melalui Zoom Meeting bersama jajaran akademisi dan tim peneliti dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jumat (25/9/2026).


Pertemuan tersebut membahas inovasi teknologi tepat guna berbasis Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan berupa Smart Pest Controller dan Bird Pest Repellent System yang dikembangkan oleh tim ULM di bawah koordinasi Nizar.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Iwan Alabio mengapresiasi inovasi teknologi yang dikembangkan ULM. Sistem tersebut dirancang untuk mengendalikan tiga jenis hama utama di area persawahan dalam satu sistem terpadu, yakni hama wereng, burung—khususnya burung manyar—serta tikus.


Sistem pengendali hama pintar tersebut mengusung teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan panel surya berkapasitas 20–50 Wp sebagai sumber energi utama. Energi matahari dikelola menggunakan Solar Charge Controller MPPT dan disimpan dalam baterai LiFePO4 12V 20Ah, sehingga alat dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN.


Iwan Alabio menegaskan, Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian. Pemkab HSU berkomitmen untuk terus mendampingi petani mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga panen dan pascapanen.


Dari sisi teknologi, seluruh sistem ditenagai mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan jaringan Internet of Things (IoT) melalui platform seperti Blynk, ThingSpeak, atau MQTT. Teknologi ini memungkinkan petani memantau kondisi alat, kapasitas baterai, suhu, hingga frekuensi kemunculan hama secara real-time melalui dashboard monitoring.


Pengendalian hama dilakukan secara otomatis berdasarkan waktu operasional dan jenis hama yang menjadi target.



Sementara itu, untuk mengusir tikus, alat memancarkan gelombang suara ultrasonik dari area tengah sawah yang diatur menggunakan pengatur waktu (timer) otomatis.


Untuk memastikan ketahanan perangkat di lingkungan persawahan, seluruh komponen sensitif ditempatkan dalam box standar IP65 yang memiliki perlindungan terhadap air dan debu. Hal ini diharapkan dapat menjaga keandalan alat saat digunakan di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah.


Selanjutnya, Pemkab HSU akan menyiapkan demonstration plot (demplot) sebagai lokasi pembuatan prototipe sekaligus pengujian lapangan. Pengujian akan dilakukan di sejumlah lokasi persawahan yang memiliki tingkat serangan hama tinggi.


Berdasarkan estimasi awal yang disampaikan dalam pemaparan, penerapan sistem tersebut berpotensi menekan tingkat kerusakan lahan hingga 70 persen dari potensi serangan hama. Angka tersebut selanjutnya perlu dibuktikan melalui pengujian dan evaluasi lapangan untuk mengetahui efektivitas sistem dalam kondisi persawahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.


PROKOPIM HSU/IPN