Bukan Hanya Soal Menang, 22 Pemuda Kotabaru Diminta Jadi Pelopor yang Berdampak bagi Masyarakat


Pemuda diajak menjadi pelopor


KOTABARU- Gedung Mahligai Pemuda Kotabaru menjadi saksi berkumpulnya anak-anak muda dengan beragam karya dan gagasan, Jumat (25/9) malam.


Mereka bukan sekadar datang untuk menerima penghargaan. Sebanyak 22 pemuda dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotabaru sebelumnya telah melewati proses penilaian dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026.


Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru itu berlangsung selama dua hari, 24–25 September 2026.


Kepala Disparpora Kotabaru, Kamirudin, melalui Sekretaris Disparpora Kotabaru Evi Yusnita mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membuka ruang bagi pemuda untuk menunjukkan potensi, kreativitas, inovasi, sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan program dan kebijakan. Lebih dari itu, diperlukan generasi muda yang berani bergerak, berinovasi dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.


Dalam seleksi tahun ini, 22 peserta berkompetisi dalam lima bidang kepeloporan.


Yakni bidang pendidikan, seni budaya, pangan, sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata, serta inovasi dan teknologi.


Beragamnya bidang yang diikuti peserta, menurutnya, menunjukkan potensi kepemudaan di Kotabaru cukup luas.


Ada pemuda yang memilih bergerak melalui pendidikan. Ada yang menjaga seni dan budaya. Ada pula yang berkarya di sektor pangan, lingkungan, pariwisata hingga menghadirkan inovasi berbasis teknologi.


Namun, seluruhnya memiliki satu semangat yang sama, memberikan manfaat. 


Proses penjurian sendiri dilaksanakan pada 24 September 2026.


Sebanyak 15 orang yang tergabung dalam tim penilai dan dewan juri dilibatkan untuk menilai para peserta berdasarkan bidang kepeloporan serta kriteria yang telah ditetapkan.


Sementara malam berikutnya menjadi puncak kegiatan. Selain penutupan, hasil seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 diumumkan.


Di hadapan peserta dan tamu undangan, Evi mewakili Kadis mengingatkan bahwa menjadi pemuda pelopor tidak semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai pemenang.


“Menjadi pelopor adalah tentang keberanian untuk memulai. Berani melihat persoalan, berani mencari solusi, berani mencoba dan yang paling penting, berani memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya dalam sambutan.


Karena itu, seluruh peserta tetap diminta tidak berhenti berkarya meski belum memperoleh hasil yang diharapkan.


Disparpora menilai, sebuah karya tidak selalu langsung mendapatkan penghargaan. Namun, karya yang terus dikembangkan dapat memberikan dampak lebih besar di kemudian hari.


Jangan berhenti hanya karena hari ini belum menjadi yang terbaik. Pesan itu juga ditujukan kepada peserta yang nantinya terpilih sebagai Pemuda Pelopor Kabupaten Kotabaru 2026.


Penghargaan yang diterima, menurut Kamirudin, bukan menjadi garis akhir. Sebaliknya, hal tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.


Pemuda terpilih akan dipersiapkan untuk mengikuti tahapan Pemilihan Pemuda Pelopor di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.


Mereka diharapkan tidak hanya membawa nama Kabupaten Kotabaru, tetapi juga membawa karya, karakter dan semangat kepeloporan pemuda daerah.


“Tunjukkan bahwa pemuda Kotabaru mampu berkarya. Tunjukkan bahwa pemuda Kotabaru mampu berinovasi. Dan tunjukkan bahwa pemuda Kotabaru mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesannya.


Ia juga menegaskan, pemerintah tidak ingin pemuda hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah.


Pemuda harus mengambil peran sebagai pelaku, penggerak sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.


Sebab, menurutnya, pemuda bukan hanya bicara tentang masa depan.


Apa yang dilakukan generasi muda hari ini, akan ikut menentukan wajah Kabupaten Kotabaru pada masa mendatang.


Rangkaian Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 kemudian ditutup dengan apresiasi kepada seluruh peserta, tim penilai dan dewan juri, panitia pelaksana serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan tersebut.


Reporter: Jumadil

Upload: Tim