![]() |
| Salah satu produk unggulan UMKM Kotabaru |
KOTABARU – Desa Tirawan, Kabupaten Kotabaru, menyimpan potensi bahan baku gula aren yang cukup besar.
Berdasarkan pendataan Indikasi Geografis (IG), produksi dari petani dapat mencapai sekitar 6 hingga 7 ton per bulan.
Potensi itu kini mulai diarahkan ke pasar yang lebih luas oleh Gekrafs Kotabaru binaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru.
Gula Aren AKhasrun menjadi salah satu produk yang dibawa ke China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 di Nanning, China.
Pemilik AKhasrun, Apriliani Kasrun, 29, mengatakan potensi bahan baku tersebut menjadi modal penting apabila produk mendapat permintaan dari pasar luar negeri.
“Potensi bahan bakunya sangat melimpah. Kami optimistis bisa memenuhi permintaan pasar ekspor, baik di China maupun negara lain seperti Australia dan Korea Selatan,” kata Apriliani, Kamis (10/9).
Namun, menurut dia, memasuki pasar ekspor tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan produk.
Sejak 2024, AKhasrun mulai melakukan pembenahan. Kemasan dan pemasaran diperbaiki agar gula aren Tirawan memiliki tampilan yang lebih siap untuk pasar internasional.
Legalitas usaha juga diperkuat. Apriliani menyiapkan PT Perorangan, rekening resmi perusahaan, website dan company profile.
Langkah tersebut dilakukan karena calon buyer luar negeri tidak hanya melihat produknya.
“Buyer luar negeri sangat teliti. Mereka memverifikasi website, company profile, hingga nama rekening bisnis,” ujarnya.
Kini, kesiapan tersebut diuji langsung melalui CAEXPO 2026 yang berlangsung 17–21 September.
Di Nanning, gula aren Tirawan tidak hanya dipajang. Produk tersebut diperkenalkan kepada calon buyer untuk melihat peluang kerja sama dan pemasaran.
Bagi Gekrafs Kotabaru dan Disparpora, keikutsertaan produk lokal dalam pameran internasional menjadi bagian dari upaya membuka akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.
Jika permintaan ekspor terbentuk, potensi produksi 6 hingga 7 ton per bulan dari petani Tirawan dapat menjadi salah satu penopangnya.
Dari potensi nira di desa, gula aren AKhasrun kini mulai mencari pasar di luar Indonesia.
Reporter: Jumadil.
Upload: Tim
