![]() |
| Momen foto bersama |
Majene – Sebanyak 15 mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju resmi ditarik dari lokasi Praktik Perencanaan Program Gizi (PPG), Senin (29/6/2026), dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Sebelumnya, para mahasiswa telah melaksanakan praktik lapangan selama sepekan, mulai 22 hingga 29 Juni 2026.
Praktik Perencanaan Program Gizi merupakan bagian dari pembelajaran yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam melakukan pengumpulan, pengolahan, serta analisis data sebagai dasar untuk mengidentifikasi masalah gizi dan menyusun perencanaan program gizi masyarakat yang tepat sasaran.
Mewakili Camat Tubo Sendana, Sekretaris Camat Tubo Sendana, Syarifuddin, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju atas kontribusinya dalam mengidentifikasi dan menetapkan prioritas masalah gizi di tiga desa, yakni Desa Tubo Selatan, Tubo Tengah, dan Tubo Poang.
Menurutnya, hasil identifikasi yang dilakukan mahasiswa menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang upaya penanganan masalah gizi. Ia menegaskan bahwa berbagai temuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
"Kami menyambut baik apabila pada semester mendatang mahasiswa kembali melalui program magang gizi masyarakat. Harapannya, berbagai permasalahan gizi yang telah diidentifikasi dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi bersama pemerintah desa," ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar, S.Pd.I, saat seminar hasil identifikasi dan penentuan prioritas masalah gizi. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Tubo Tengah telah meluncurkan program Posyandu Siklus Hidup sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Ke depan kita dapat berkolaborasi. Mahasiswa dapat berperan memberikan edukasi mengenai risiko stunting maupun berbagai masalah gizi lainnya sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju, Dr. Ashriady, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa keberhasilan program gizi sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat serta pemerintah setempat.
Ia berharap hasil identifikasi yang telah dilakukan mahasiswa tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi menjadi dasar pelaksanaan intervensi pada kegiatan praktik berikutnya.
"Insya Allah mahasiswa akan kembali ke Kecamatan Tubo Sendana untuk melaksanakan intervensi terhadap berbagai masalah gizi yang telah diidentifikasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tubo Sendana beserta pemerintah desa yang telah memberikan dukungan dan kesempatan kepada mahasiswa Jurusan Gizi untuk belajar langsung bersama masyarakat," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung percepatan penanggulangan masalah gizi serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Tubo Sendana (am*).
Sumber: Ril
Upload: Tim

