Tim
![]() |
| Sang juara, Bupati HSU H Sahrujani (kiri) Wabup Hero Setiawan dan Sekda HSU Adi Lesmana. |
Amuntai - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara menggelar Grand Final Lomba Bagarakan Sahur yang dilaksanakan di Bundaran Tugu Shalawat, Amuntai. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti perwakilan dari 10 kecamatan se-Kabupaten Hulu Sungai Utara serta disaksikan ratusan masyarakat yang antusias memadati kawasan tersebut.
Lomba bagarakan sahur merupakan tradisi khas masyarakat Banjar yang dilakukan untuk membangunkan warga agar bersiap melaksanakan sahur selama bulan suci Ramadan. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan menabuh berbagai alat musik sederhana seperti bedug, drum, ember, serta alat musik tradisional lainnya sambil berkeliling kampung dan melantunkan yel-yel atau shalawat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara berupaya untuk melestarikan tradisi budaya lokal sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan serta kreativitas generasi muda dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam perlombaan tersebut, setiap kecamatan menampilkan berbagai atraksi menarik dengan konsep dan kreativitas masing-masing. Mulai dari kostum yang unik, koreografi arak-arakan, hingga tabuhan musik yang kompak dan energik berhasil menghibur masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya lomba.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri yang menilai dari aspek kekompakan, kreativitas, musikalitas, serta penampilan keseluruhan, akhirnya ditetapkan para pemenang lomba.
Kecamatan Danau Panggang berhasil meraih Juara I dengan penampilan yang dinilai paling kompak dan kreatif. Juara II diraih oleh Kecamatan Amuntai Selatan, sementara Juara III diraih oleh Kecamatan Amuntai Tengah.
Adapun untuk kategori juara harapan, Juara Harapan I diraih oleh Kecamatan Haur Gading, Juara Harapan II Kecamatan Sungai Tabukan, dan Juara Harapan III Kecamatan Banjang.
Kegiatan Grand Final Lomba Bagarakan Sahur ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam memeriahkan bulan Ramadan, sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahmi antar masyarakat serta menjaga kelestarian budaya daerah agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
TIM PROKOPIM SETDA HSU/IPN
Upload: Tk


