![]() |
| Kepala Kesbangpol HSU H Amberani saat berbicara dalam rakor pakem di Aula Kejaksaan HSU |
Amuntai – Nilai kearifan lokal yang kuat dinilai menjadi salah satu faktor utama terjaganya kerukunan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan masyarakat Banjar ini memiliki tradisi kehidupan sosial yang menjunjung tinggi gotong royong, nilai keagamaan, serta penghormatan terhadap perbedaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HSU, H. Amberani, mengatakan masyarakat HSU sejak lama hidup berdampingan secara damai meski memiliki latar belakang yang beragam.
“Selama ini masyarakat di HSU hidup berdampingan dengan damai. Perbedaan latar belakang tidak pernah menjadi persoalan karena yang diutamakan adalah kebersamaan sebagai sesama warga bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat di daerah yang banyak dihuni komunitas rawa dan bantaran sungai tersebut lebih fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, terlebih pada momentum bulan Ramadan yang dipenuhi kegiatan ibadah dan kepedulian sosial.
Amberani juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Di era digital sekarang, informasi sangat cepat menyebar. Karena itu masyarakat perlu menyaring informasi dengan bijak dan tidak langsung mempercayai atau menyebarkannya tanpa klarifikasi,” katanya.
Menurutnya, apabila muncul persoalan di tengah masyarakat, langkah terbaik adalah menyelesaikannya melalui dialog dan musyawarah dengan melibatkan para tokoh masyarakat.
Ia menegaskan, masyarakat HSU selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kearifan lokal seperti saling menghormati, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan persoalan melalui pendekatan kekeluargaan. (**)
Sumber: IPN/Ril
Upload: Tim
“Yang terpenting adalah menjaga persatuan. Jangan sampai perbedaan pandangan justru memecah kebersamaan yang sudah terbangun lama,” pungkasnya.
Dengan mengedepankan dialog, saling menghormati, serta semangat kebangsaan, masyarakat diharapkan mampu meredam potensi kesalahpahaman dari berbagai isu yang berkembang.
