Notification

×

Iklan

Iklan

Hangatnya Pendopo PAN di Mandin, Saat Rakyat dan Elite Larut dalam Buka Puasa Yang Diadakan Fraksi PAN Kotabaru

Sunday, March 8, 2026 | 08 March WIB Last Updated 2026-03-08T10:34:09Z

 

Kegiatan bukber Ramadan


KOTABARU-  Matahari sore di kawasan Mandin perlahan meredup, Minggu (8/3). Namun, denyut kehidupan di sekitar Pendopo PAN Kotabaru justru kian berdegup kencang. 


Ratusan masyarakat dari berbagai sudut Bumi Saijaan tampak menyemut, membuat kawasan yang biasanya tenang itu mendadak jadi lautan manusia.


Bukan sekadar urusan perut, kehadiran warga di sana untuk memenuhi undangan Buka Puasa Bersama Fraksi PAN DPRD Kotabaru


Sejauh mata memandang, tenda-tenda yang disiapkan panitia tak menyisakan ruang kosong. Semuanya terisi oleh tawa dan obrolan renyah yang memecah ketegangan politik.


Pemandangan sore itu memang cukup kontras. Di bawah satu atap, tidak terlihat lagi garis pemisah antara elite dan rakyat jelata. 


Di satu sudut, tampak Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru berbincang akrab dengan politisi senior lintas bendera. Di sudut lain, pengurus KONI dan tokoh-tokoh partai duduk bersila, berbaur dengan warga yang mengenakan baju koko dan sarung sederhana.


Suasana kian syahdu saat Lukmanul Hakim melantunkan ayat suci Alquran dengan tartil yang merdu, disusul petuah bijak dari Ustaz Fahrian yang mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah di bulan yang suci ini.





Momentum ini juga menjadi panggung bagi "enam pendekar" PAN di kursi legislatif. Awaludin, M Lutfi Ali, Abu Suwandi, H Abidin, Rahmad, dan Suntoro diperkenalkan secara hangat. 


Mereka adalah motor penggerak fraksi yang kini memikul amanah besar di gedung dewan.


Ketua DPD PAN Kotabaru yang juga menahkodai KONI Kotabaru Awaludin tampak tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. 


Baginya, antusiasme warga yang hadir adalah bukti bahwa politik tidak melulu soal kursi, tapi soal hati.


"Ramadan adalah jembatan untuk kembali ke fitrah. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian adalah energi bagi kami di legislatif untuk tetap membumi dan konsisten berbuat kebaikan bagi daerah," ucapnya dengan suara yang bergetar penuh syukur.


Di antara kerumunan, sosok Masduki tampak semringah. Warga Kotabaru Tengah ini sengaja datang lebih awal demi merasakan atmosfer kebersamaan ini. Bagi Masduki, momen seperti inilah yang paling dirindukan masyarakat.


"Rasanya adem. Kita bisa bertemu langsung dengan wakil rakyat tanpa protokol yang kaku. Tadi sempat salaman dan ngobrol santai. Tidak ada sekat, semua terasa seperti keluarga besar di sini," ungkap Masduki sambil sesekali mengusap peluh di dahinya.


Harapan Masduki sederhana namun mendalam. Ia ingin kegiatan semacam ini terus ada, agar masyarakat tetap merasa memiliki dan dijaga oleh para pimpinan daerahnya.


Saat azan Magrib berkumandang membelah langit Mandin, doa bersama pun dipanjatkan dengan khusyuk. Acara ditutup dengan santap bersama yang penuh kekeluargaan. Meski massa membludak, ketertiban tetap terjaga hingga satu per satu warga meninggalkan pendopo dengan senyum puas.


Sore itu di Mandin, politik sejenak menanggalkan wajah kaku dan berganti dengan wajah kemanusiaan yang hangat. 


Reporter: Jumadil.

Upload: Tim

×
Berita Terbaru Update